Prediksi IHSG Hari Ini: Konsolidasi di Tengah Penantian Kebijakan Bank

Kamis, 18 Juni 2026 | 12:02:19 WIB
Ilustrasi: IHSG diperkirakan bergerak dalam konsolidasi menjelang keputusan kebijakan The Fed dan Bank Indonesia. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak mendatar atau konsolidatif pada sesi perdagangan Kamis (18/6/2026). Pergerakan ini dipicu oleh sikap wait and see pelaku pasar menjelang rentetan agenda krusial yang dapat memengaruhi laju pasar keuangan domestik.

Pada sesi perdagangan Rabu (17/6), IHSG ditutup melemah 0,55 persen atau berkurang 34,32 poin ke level 6.220,7, padahal indeks sempat menguat hingga 6.321 di awal sesi. Tekanan jual akibat aksi profit taking serta kehati-hatian investor menjadi pemicu utama koreksi tersebut.

Para pelaku pasar kini memantau agenda kebijakan The Fed, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, serta berbagai tinjauan indeks global seperti MSCI dan FTSE. Rentetan sentimen tersebut turut menekan nilai tukar rupiah yang melemah ke posisi Rp 17.762 per dolar AS.

BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya memperkirakan pasar akan berfokus pada hasil rapat kebijakan The Fed yang diestimasi tetap mempertahankan suku bunga. Sementara itu, Bank Indonesia diprediksi bakal menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen guna menjaga stabilitas rupiah.

"Hasil keputusan The Fed dan Bank Indonesia akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah, arus dana asing, serta sentimen pasar dalam jangka pendek," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya sebagaimana dilansir dari sumber berita. IHSG diperkirakan bergerak melemah terbatas dengan area support 6.071–5.931 dan resistance 6.300–6.350.

Sentimen luar negeri pun terpantau kurang kondusif setelah bursa saham AS ditutup melemah pasca sinyal kebijakan moneter The Fed yang cenderung hawkish. Indeks Dow Jones merosot 0,98 persen, S&P 500 menyusut 1,21 persen, dan Nasdaq terkoreksi 1,34 persen.

Untuk rekomendasi saham, NCKL dinilai potensial melanjutkan penguatan dengan saran beli di kisaran 925–965 dan target harga 980–1.050. MDKA juga menunjukkan sinyal positif dan disarankan untuk dibeli pada rentang 2.650–2.700 dengan target kenaikan ke 2.850–2.940.

Saham SMIL turut direkomendasikan dengan target harga 292–300, setelah mampu menembus resistance minor. Di sisi lain, investor diminta mengantisipasi PANI yang secara teknikal masih terjebak dalam tren turun dan berisiko melanjutkan pelemahan ke level 5.550.

Terkini