Rupiah Diprediksi Menguat ke Rentang Rp17.690 Pasca Kesepakatan AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:56:55 WIB
Ilustrasi: Rupiah diprediksi menguat ke Rp17.690 seiring melemahnya indeks dolar AS pasca kesepakatan AS-Iran. (Gambar: NET)

JAKARTA – Mata uang rupiah diperkirakan akan menguat pada transaksi hari ini, Rabu (17/6/2026), seiring dengan melemahnya indeks dolar AS pasca tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mengoperasikan kembali jalur Selat Hormuz.

Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), rupiah tercatat melemah 19 poin ke posisi Rp17.725 per dolar AS dari angka Rp17.708 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat tertekan oleh risiko pengenaan tarif impor tambahan dari AS atas beberapa komoditas asal Indonesia.

Pemerintah mengestimasi tarif untuk produk domestik dapat melonjak hingga 18 persen setelah peninjauan mengenai kapasitas berlebih selesai dilakukan. Regulasi tersebut dikhawatirkan dapat menggerus daya saing ekspor industri manufaktur Indonesia di pasar AS.

"Tidak hanya mengurangi daya saing produk di pasar AS, kebijakan tersebut juga berisiko memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Di sisi lain, sentimen eksternal berbalik positif setelah AS dan Iran menyepakati upaya perdamaian.

Kesepakatan ini memicu penurunan harga minyak dunia dan mendorong minat investor untuk kembali masuk ke aset berisiko. Penurunan indeks dolar AS sendiri terjadi karena meredanya kekhawatiran inflasi global seiring berkurangnya risiko hambatan distribusi energi.

"Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik mereka dan membuka kembali Selat Hormuz. Kerangka kerja perdamaian tersebut memicu penurunan tajam harga minyak dan meningkatkan sentimen risiko di pasar global," sebagaimana dilansir dari sumber berita. Pasar kini tengah menantikan ketetapan kebijakan suku bunga dari bank sentral dunia, khususnya Federal Reserve.

Para pemodal juga menanti sinyal kebijakan suku bunga AS melalui pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh. Meski indeks dolar melemah, pelaku pasar tetap waspada karena ekspektasi pemotongan suku bunga AS tahun ini mulai menyusut akibat tekanan inflasi.

Untuk transaksi hari ini, rupiah diestimasi akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat. "Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.690 hingga Rp17.728 per dolar AS," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terkini