Hadapi Tantangan Industri Cat, AVIA Terus Perkuat Ekspansi Bisnis

Senin, 15 Juni 2026 | 12:12:47 WIB
Ilustrasi, AVIA memperkuat ekspansi bisnis meski menghadapi tantangan industri cat hingga 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Avia Avian Tbk (AVIA) tetap menjalankan rencana ekspansinya meskipun sektor industri cat masih dibayangi berbagai tantangan hingga akhir tahun 2026. Hambatan utama saat ini bersumber dari tekanan daya beli masyarakat, fluktuasi harga bahan baku, serta pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Head of Investor Relations Avia Avian, Andreas Timothy Hadikrisno, menjelaskan bahwa tekanan eksternal dan ketatnya persaingan pasar menjadi tantangan utama industri saat ini. Sebagian komponen produksi masih sangat bergantung pada harga komoditas dunia, nilai tukar mata uang, serta kondisi geopolitik yang berisiko mengganggu rantai pasok.

"Kondisi ini membuat perusahaan harus sangat disiplin dalam mengelola biaya, menjaga efisiensi operasional, dan memastikan strategi pengadaan bahan baku berjalan optimal," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Guna mengatasi tekanan biaya bahan baku, AVIA telah menerapkan kebijakan penyesuaian harga sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diambil secara cermat untuk mempertahankan margin keuntungan tanpa mengorbankan daya saing produk di pasar.

Avian Brands tetap konsisten menjalankan strategi ekspansi yang mencakup perluasan jaringan distribusi, peningkatan kapasitas produksi, serta inovasi produk baru. Perusahaan menargetkan penambahan tujuh sampai delapan pusat distribusi baru, dengan tiga pusat telah beroperasi hingga triwulan pertama tahun ini.

Pabrik ketiga milik Avian Brands yang berlokasi di Cirebon juga diproyeksikan mulai memasuki tahap commissioning tahun ini. Selain itu, AVIA telah merilis tujuh varian produk baru hingga kuartal pertama untuk mengisi berbagai segmen pasar.

"Hal ini menunjukkan komitmen Avian Brands untuk terus melengkapi portofolio produk, menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, dan memperkuat posisi Perseroan di berbagai kategori pasar cat dekoratif di Indonesia," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk mendukung agenda ekspansi, AVIA mengalokasikan anggaran belanja modal rutin sebesar 2 persen hingga 3 persen dari nilai penjualan. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan fasilitas produksi, sistem IT, armada distribusi, serta penambahan mesin tinting di toko bangunan.

Khusus untuk pembangunan pabrik di Cirebon, perusahaan mengalokasikan anggaran belanja modal ekspansi tersendiri guna meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi jangka panjang. Penyerapan total belanja modal AVIA hingga kuartal pertama mencapai Rp99 miliar, yang terdiri dari belanja modal rutin sebesar Rp48 miliar dan belanja modal ekspansi Rp50 miliar.

"Realisasi ini masih sejalan dengan rencana Perseroan, dengan fokus utama pada kelanjutan pembangunan pabrik Cirebon serta penguatan infrastruktur operasional dan distribusi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini