JAKARTA – Industri baja domestik menyatakan kesiapannya untuk mendukung target pemerintah dalam meningkatkan porsi ekspor manufaktur dari 20 persen menjadi 30 persen dari seluruh penjualan industri nasional. Namun, pelaku industri menilai sejumlah dukungan kebijakan sangat dibutuhkan agar target tersebut dapat tercapai secara maksimal.
Ketua Umum Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Harry Warganegara, merespons positif target tersebut karena menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing industri domestik. Fokus utama diberikan pada sektor hilirisasi besi dan baja serta perluasan jangkauan produk Indonesia ke pasar internasional.
"Dari sisi industri baja, kapasitas produksi nasional masih memiliki ruang untuk mendukung peningkatan produksi, khususnya untuk kebutuhan ekspor," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Harry menilai bahwa perluasan penjualan ekspor dapat menjadi sarana untuk memaksimalkan utilisasi industri baja domestik sekaligus memperkokoh efisiensi operasional. Meski demikian, ia mengingatkan agar peningkatan ekspor tetap dilakukan secara terencana dengan mengutamakan produk bernilai tambah tinggi dan kebutuhan pasar dalam negeri.
"Ekspor harus dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dalam negeri yang masih menjadi prioritas," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Guna mendukung peningkatan ekspor, IISIA mengusulkan pemerintah memperkuat enam kebijakan strategis, mulai dari instrumen perlindungan perdagangan hingga efisiensi logistik. Selain itu, diperlukan dukungan transformasi industri hijau, perluasan kerja sama perdagangan internasional, serta konsistensi kebijakan harga energi.
Harry menekankan pentingnya penerapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang merata bagi seluruh sektor industri. "Stabilitas dan kepastian harga energi menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri baja nasional," sebagaimana dilansir dari berita sumber.
IISIA juga mengharapkan adanya insentif ekspor berupa keringanan perpajakan maupun skema pendanaan dengan suku bunga khusus bagi para eksportir. Melalui dukungan kebijakan yang tepat, industri baja domestik optimistis dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
"Industri baja berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah," sebagaimana dilansir dari berita sumber.