IHSG Melaju Positif, Danantara Nilai Kepercayaan Investor Menguat

Senin, 15 Juni 2026 | 10:37:58 WIB
Ilustrasi, IHSG menguat 2,83 persen pada pembukaan perdagangan Senin, mencerminkan optimisme pasar (Foto: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat 1,85 persen ke level 6.118. Semenit setelah perdagangan berjalan pada Senin (15/6/2026), IHSG melanjutkan penguatan sebesar 2,83 persen ke level 6.177.

Danantara Indonesia menilai penguatan IHSG menjadi sinyal positif meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional. Optimisme pasar tersebut mencerminkan keyakinan investor terhadap kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta kinerja perusahaan-perusahaan nasional.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan apresiasi pasar modal menjadi bukti bahwa investor semakin melihat potensi jangka panjang Indonesia berdasarkan kondisi fundamental yang solid.

“Kami tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi kami maupun fundamental perusahaan-perusahaan Indonesia. Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang dapat dipengaruhi oleh berbagai sentimen. “Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental perusahaan maupun negara,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Dony menambahkan, perusahaan-perusahaan nasional, khususnya BUMN, masih memiliki fundamental yang kuat di berbagai sektor strategis. “Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kami, baik perbankan, tambang, infrastruktur, maupun BUMN lainnya, semuanya bagus,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali saham oleh perusahaan BUMN, Dony mengatakan hal tersebut merupakan mekanisme bisnis yang wajar apabila harga saham belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

“Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kami melihat saham kami terlalu rendah, tentu kami ambil. Sayang kan, daripada investasi di tempat lain, lebih baik kami investasi di saham kami sendiri,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dony optimistis bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan transformasi perusahaan BUMN. “Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kami optimalkan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sejalan dengan optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menilai kuatnya fundamental ekonomi juga perlu terus didukung oleh bergeraknya sektor riil. Nixon mengatakan BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan masyarakat terhadap hunian melalui berbagai inovasi pembiayaan.

“Kami harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nixon menambahkan perseroan tetap menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi. “Kami masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kami pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini