Kabar Damai AS-Iran Beri Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Menguat

Senin, 15 Juni 2026 | 10:25:18 WIB
Ilustrasi, IHSG berpotensi menguat dengan target area 6.100 pada perdagangan hari ini. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melanjutkan tren penguatan. Sentimen positif ini muncul seiring adanya kabar perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Sentimen tersebut diharapkan dapat menyegarkan pergerakan IHSG yang secara teknikal memberikan isyarat untuk menguji kisaran 6.100 pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026).

Tim Riset MNC Sekuritas menyatakan, kenaikan IHSG sebesar 2,07 persen pada perdagangan sebelumnya serta akumulasi kenaikan lebih dari 7 persen dalam sepekan terakhir, menempatkan IHSG pada bagian dari wave [iv] dari wave 3.

"Indikator tersebut memberikan sinyal IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.106-6.140 sekaligus MA20-nya, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 5.962-6.021." sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara garis besar, posisi support IHSG saat ini berada di kisaran 5.594-5.344 dan resistance pada level 6.065-6.286. Iran diketahui telah mencapai kesepakatan damai yang menandai berakhirnya seluruh operasi militer antara kedua negara tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. “Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah rampung,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosialnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Trump menambahkan, “Dengan ini, saya memberikan otoritas penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya, dan secara bersamaan, memerintahkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebelum pengumuman tersebut, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada hari Minggu (14/6/2026) menyatakan bahwa AS dan Iran telah menyepakati perjanjian damai. Sharif menyebutkan bahwa kedua belah pihak telah mendeklarasikan penghentian operasi militer dengan segera dan permanen.

Terkini