Awal Pekan IHSG Berisiko Turun, Simak Rekomendasi Saham Analis

Senin, 15 Juni 2026 | 10:25:18 WIB
Ilustrasi, IHSG diprediksi mengalami koreksi terbatas pada awal pekan akibat sentimen geopolitik dan nilai tukar rupiah. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari Senin (15/6/2026) diprediksi akan mengalami koreksi terbatas. Tekanan pelemahan ini dipicu oleh perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Pada akhir pekan lalu, rupiah di pasar spot menguat 0,71 persen ke level Rp 17.860 per dollar AS. Sementara itu, nilai kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate dari Bank Indonesia tercatat naik 0,33 persen menjadi Rp 17.921 per dollar AS.

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG memiliki titik support di 5.988 dan resistance di 6.060. Para investor disebut masih memantau perkembangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko di pasar keuangan Indonesia.

“Untuk Senin kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi terbatas dengan support 5.988 dan resistance 6.060, dimana investor masih akan perkembangan geopolitik Timur Tengah serta perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, Herditya menyarankan investor ritel untuk memperhatikan beberapa saham. Saham HMSP diproyeksikan berada pada target harga Rp 650 sampai Rp 670, sedangkan saham INDY berpotensi di kisaran Rp 2.560 hingga Rp 2.810.

Selain itu, saham NCKL dapat dicermati dengan proyeksi pergerakan harga antara Rp 930 dan Rp 990. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memperkirakan area support IHSG ada di level 5.917 dan 5.803, serta resistance di 6.058 dan 6.178.

“Support 5,917 dan 5,803. Sementara resistance: 6,058 dan 6,178,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nafan merekomendasikan pembelian saham ANTM di rentang harga Rp 2.640 hingga Rp 2.940 dengan batas stop loss Rp 2.450. Saham MBMA juga disarankan untuk dikoleksi secara bertahap pada rentang Rp 830 hingga Rp 900, dengan anjuran stop loss di bawah Rp 735.

Terakhir, saham TPIA direkomendasikan untuk dibeli pada kisaran harga Rp 1.620 sampai Rp 2.020. Seluruh rekomendasi tersebut berasal dari analis sekuritas dan keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab investor secara mandiri.

Terkini