JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menguat pada sesi perdagangan hari Jumat (12/6/2026). Pergerakan IHSG untuk hari ini diperkirakan berada dalam kisaran resistance 6.000, pivot 5.900, serta support 5.800.
Phintraco Sekuritas menyodorkan lima saham pilihan yang berpotensi mendatangkan keuntungan, salah satunya adalah ISAT. Sebelumnya, laju IHSG pada hari kemarin berakhir melemah ke posisi 5.886,03 (0,28%) setelah bergerak secara fluktuatif.
Sektor barang baku mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 4,27%, sementara sektor finansial berhasil membukukan lonjakan tertinggi sebesar 1,36%. Pada pasar spot, nilai tukar rupiah berakhir melemah 0,25% pada posisi Rp 17.989 per dolar AS.
Kondisi mata uang rupiah yang dinilai masih rentan memicu spekulasi bahwa Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pekan depan memiliki peluang untuk menaikkan tingkat BI rate kembali. Secara teknikal, indikator MACD IHSG memiliki potensi membentuk pola Golden Cross, ditambah posisi IHSG yang mampu ditutup melampaui level MA5 serta MA10.
“IHSG hari ini masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pemerintah saat ini tengah menjalankan langkah penataan menyeluruh pada pola distribusi serta pelaksanaan program MBG demi meraih efisiensi anggaran negara.
Pemerintah optimistis mampu memangkas pengeluaran operasional lewat kebijakan sinkronisasi data dan penataan SPPG. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan penghematan anggaran untuk program MBG menjadi Rp 268 triliun dari pagu awal sebesar Rp 335 triliun.
Realisasi pemanfaatan program MBG hingga Mei 2026 telah menyentuh Rp 88,15 triliun, naik 17,53% dari Rp 75 triliun pada April 2026. “Jika efisiensi anggaran MBG dapat ditekan secara signifikan, maka diharapkan berpotensi akan mengurangi defisit APBN,” papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, angka penjualan ritel mengalami penyusutan sebesar 3,7% year-on-year (YoY) pada April 2026 setelah sempat naik 3,4% pada Maret 2026. Kondisi ini menjadi rapor penurunan pertama sejak April 2025 dan menegaskan pelemahan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi.
“Penjualan ritel turun 11,6% month-on-month (MoM) jika dibandingkan dengan Maret 2026 yang tumbuh 10,3% MoM. Ini merupakan penurunan yang terbesar sejak Juni 2022,” jelas Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Akhirnya, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi untuk lima saham, yaitu ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI.