IHSG Menguat 1,54% Didukung Optimisme Kesepakatan Damai AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 | 11:22:40 WIB
Ilustrasi IHSG menguat 1,54% di awal perdagangan Jumat didukung optimisme kesepakatan damai AS-Iran. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat lebih dari 1 persen pada awal perdagangan Jumat (12/6/2026). Penguatan ini mengikuti reli bursa Asia yang terdorong optimisme pasar terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan data RTI pukul 09.04 WIB, IHSG naik 1,54% atau 90,716 poin ke level 5.976,748. Tercatat sebanyak 401 saham menguat, 96 saham melemah, dan 164 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai 1,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,3 triliun. Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau dan menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni IDX Basic yang naik 2,75%, IDX Industry menguat 2,36%, dan IDX Energy bertambah 2,13%. Di jajaran saham LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memimpin penguatan sebesar 4,76% ke Rp 308.

Selanjutnya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 4,42% ke Rp 6.500 dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 3,94% ke Rp 1.715. Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 2,28% ke Rp 2.570 dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) melemah 0,83% ke Rp 600.

Penguatan IHSG sejalan dengan reli bursa Asia yang berlanjut pada Jumat (12/6). Sentimen positif datang dari harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang dinilai dapat mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis (11/6) menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani paling cepat akhir pekan ini. Trump menyebut negosiasi telah mencapai tingkat tertinggi dalam struktur kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank, Ray Attrill, menilai peluang tercapainya kesepakatan kini terlihat lebih nyata. "Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai bisa meningkat secara signifikan," ujarnya dilansir dari Reuters, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Optimisme tersebut turut menekan harga minyak dunia ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,9% ke US$ 86,08 per barel, sementara harga minyak Brent melemah 1,5% ke level US$ 89,08 per barel.

Penurunan harga minyak dan meredanya kekhawatiran inflasi global mendorong investor kembali memburu aset berisiko. Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,3%, indeks KOSPI Korea Selatan melesat 8,3%, dan bursa Australia menguat 1,8%.

Terkini