Investor Asing Tarik Dana 26,6 Miliar Dolar AS dari Pasar Negara Berkembang

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:13:47 WIB
Ilustrasi Investor asing menarik dana bersih sebesar 26,6 miliar dolar AS dari pasar negara berkembang pada Mei 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Investor asing menarik dana bersih hampir 27 miliar dolar AS dari portofolio pasar negara berkembang (emerging markets) pada Mei 2026.

Data kelompok industri perbankan yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa aksi ini sebagian membalikkan pemulihan yang terjadi pada April, karena aksi jual saham di Asia lebih besar daripada arus masuk ke instrumen utang.

Investor nonresiden mencatat arus keluar bersih sebesar 26,6 miliar dolar AS dari obligasi dan saham negara berkembang pada Mei, menurut data Institute of International Finance (IIF). Angka tersebut berbalik dari arus masuk bersih sebesar 70,6 miliar dolar AS pada April.

Pembalikan tren tersebut hampir seluruhnya disebabkan oleh pasar saham. Investor asing menarik dana sebesar 37 miliar dolar AS dari saham negara berkembang selama bulan tersebut, sementara pasar obligasi masih mencatat arus masuk bersih 10,4 miliar dolar AS.

"Perubahan dari bulan ke bulan sangat besar, mencapai 97,2 miliar dolar AS, dan menunjukkan bahwa pemulihan pada April tidak berlanjut menjadi normalisasi arus modal secara konsisten," kata Ekonom Senior IIF, Jonathan Fortun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa data ketenagakerjaan AS yang kuat, kenaikan harga energi, dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve membuat investasi di pasar negara berkembang menjadi kurang menarik.

"Data tenaga kerja AS yang lebih kuat, harga energi yang tetap tinggi, dan meningkatnya risiko inflasi menaikkan ambang risiko bagi investasi obligasi dan saham negara berkembang, terutama di negara-negara yang keseimbangan eksternal atau kredibilitas kebijakannya sudah dipertanyakan," ujar IIF, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Aksi jual saham pada Mei terkonsentrasi di Korea Selatan, India, dan Brasil. Asia secara keseluruhan mencatat arus keluar portofolio bersih sebesar 31,6 miliar dolar AS. Namun, obligasi negara berkembang tetap tangguh dengan arus masuk bersih 132,5 miliar dolar AS sejak awal tahun.

"Data pasar obligasi pada Mei menunjukkan bahwa situasi ini tidak bisa sekadar disebut sebagai periode penghindaran risiko (risk-off). Akses pasar masih terbuka dan strategi mencari imbal hasil (carry trade) tetap relevan," tulis Fortun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini