Simak Jadwal Cum Dividen 8 Saham Hari Ini dengan Yield Hingga 19 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 12:04:04 WIB
Ilustrasi Delapan saham di BEI memasuki jadwal cum dividen hari ini dengan yield hingga 19 persen. (Gambar: NET)

JAKARTA – Sejumlah emiten saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki jadwal cum dividen pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Beberapa di antaranya membagikan dividen besar dengan imbal hasil (yield) menembus 19 persen.

Cum dividen merupakan tanggal terakhir bagi investor untuk membeli saham agar berhak memperoleh dividen yang dibagikan perusahaan. Jika investor membeli saham pada atau sebelum tanggal cum dividen, maka investor tersebut berhak menerima dividen.

Sebaliknya, pembelian saham setelah tanggal cum dividen atau saat ex dividen tidak lagi memberikan hak atas dividen yang dibagikan.

Berdasarkan keterbukaan informasi emiten, terdapat delapan saham yang memasuki masa cum dividen pada 11 Juni 2026. Di antara emiten tersebut, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menjadi salah satu yang menarik perhatian pasar dengan nilai dividen mencapai 105 rupiah per saham.

Berikut daftar saham dengan jadwal cum dividen hari ini, 11 Juni 2026:

  1. AKPI: Dividen tunai 8,27 rupiah per saham (Yield 1,7 persen)
  2. FISH: Dividen tunai 14 rupiah per saham (Yield 2,24 persen)
  3. HRTA: Dividen tunai 40 rupiah per saham (Yield 1,9 persen)
  4. JKON: Dividen tunai 2 rupiah per saham (Yield 2,9 persen)
  5. MTWI: Dividen tunai 2,14 rupiah per saham (Yield 0,8 persen)
  6. PSAB: Dividen tunai 105 rupiah per saham (Yield 19,09 persen)
  7. TOTO: Dividen tunai 13 rupiah per saham (Yield 5,46 persen)
  8. ZONE: Dividen tunai 12 rupiah per saham (Yield 3,42 persen)

PSAB menjadi penyumbang dividen terbesar dari daftar emiten tersebut. Dividen itu berasal dari laba tahun buku 2025 yang telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). 

Selain PSAB, emiten perhiasan HRTA membagikan dividen sebesar 40 rupiah per saham, sementara FISH membagikan 14 rupiah dan TOTO sebesar 13 rupiah per saham.

Investor yang menerapkan strategi investasi dividen disarankan untuk memperhatikan besaran dividen, potensi imbal hasil, serta prospek bisnis perusahaan. Pelaku pasar perlu memahami bahwa harga saham biasanya mengalami penyesuaian saat memasuki masa ex dividen.

Fenomena ini dikenal sebagai dividend trap, yakni kondisi ketika investor hanya mengejar dividen tanpa memperhatikan potensi penurunan harga saham.

"Oleh karena itu, keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan fundamental perusahaan, pertumbuhan laba, kondisi industri, serta valuasi saham, bukan semata-mata besarnya dividen," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bagi investor yang memburu pendapatan pasif, perdagangan hari ini menjadi kesempatan terakhir untuk membeli saham-saham tersebut agar berhak memperoleh dividen yang akan dibayarkan mulai akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Terkini