BMRI Menguat 10,24 Persen, Simak Prediksi Target Harga Selanjutnya

Rabu, 10 Juni 2026 | 12:02:13 WIB
Ilustrasi Saham Bank Mandiri (BMRI) menguat 10,24 persen ke posisi Rp4.090 pada 9 Juni 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Nilai saham kepunyaan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terpantau bangkit dengan mencatatkan lonjakan instan sebesar 10,24 persen menuju posisi Rp4.090 pada sesi perdagangan hari Selasa (9/6/2026).

Volume perdagangan saham Bank Mandiri tercatat menyentuh angka 484,96 juta lembar, dengan tingkat frekuensi sebanyak 62.576 kali transaksi, serta membukukan nilai perputaran uang mencapai Rp1,87 triliun. Di sisi lain, para penanam modal asing justru menorehkan aksi jual bersih (net sell) pada instrumen saham BMRI ini dengan akumulasi nilai total sejumlah Rp267,76 miliar. Kendati demikian, aksi pengumpulan atau borong saham BMRI terdeteksi tetap bergulir. Menyandur pada visualisasi data dari platform Stockbit Sekuritas, perusahaan perantara pedagang efek Macquarie Sekuritas mencatatkan aksi beli bersih (net buy) untuk saham perbankan ini senilai Rp139,2 miliar dan pihak CGS International Sekuritas terpantau turut menorehkan net buy sebesar Rp119,1 miliar.

Performa saham Bank Mandiri ini berhasil pulih kembali setelah pada rentang tanggal 3 Juni hingga perdagangan 8 Juni kemarin posisinya senantiasa terjerembap di zona merah pada saat penutupan pasar. Melihat fenomena tersebut, pihak BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memberikan analisis bahwa secara chart 1 jam, BMRI mampu menguat dan menembus level resistance psikologisnya pada 4.000.

“Selama berada di atas level tersebut, terdapat potensi penguatan lanjutan dengan target resistance selanjutnya pada 4.150 – 4.220,” sebut BRIDS dalam ulasannya untuk perdagangan Rabu (10/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, pihak BRIDS memaparkan bahwa BMRI pada Q1 2026 mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 16,6 persen secara yoy dan didorong oleh penyaluran kredit yang naik 17,4 persen yoy menjadi Rp1.530,16 triliun.

Terkini