Pasar Saham Tertekan Sentimen Negatif, Cek Lima Saham Pilihan Analis

Senin, 08 Juni 2026 | 13:01:44 WIB
Ilustrasi. IHSG akan tertekan pekan ini (Gambar: NET)

JAKARTA – Tim analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bakal dihadapkan pada tren penurunan sepanjang pekan ini, seiring dengan munculnya pelbagai sentimen negatif yang memberikan tekanan di pasar.

Laju IHSG dalam sepekan ke depan diestimasi bergerak pada kisaran batas resistance 5.700, titik pivot 5.600, serta level support di angka 5.500.

Kendati demikian, pihak Phintraco Sekuritas menyodorkan lima emiten saham pilihan yang dinilai berpotensi mendatangkan keuntungan pada minggu ini, khususnya yang bergerak di sektor industri pertambangan serta komoditas emas, termasuk di dalamnya saham EMAS.

Berdasarkan pemaparan dari Phintraco Sekuritas, beban berat yang menggelayuti pasar saham dalam negeri bersumber dari perpaduan faktor eksternal dan internal. Dari sisi mancanegara, deretan indeks saham utama di bursa Wall Street ditutup merosot secara tajam pada sesi perdagangan Jumat (5/6/2026) dipicu oleh maraknya aksi lepas saham pada sektor korporasi teknologi, utamanya di bidang industri chip.

"Sentimen negatif diperkuat oleh data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (8/6/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak Phintraco Sekuritas menjelaskan, rilis data nonfarm payrolls (NFP) di AS dilaporkan menyentuh angka 172 ribu untuk periode Mei 2026, nominal yang melesat jauh melampaui proyeksi pasar yang sebelumnya bertengger di level 80 ribu.

Realitas makro tersebut pada akhirnya memicu lonjakan tingkat imbal hasil (yield) atas surat utang negara AS. Kondisi tersebut, sambung Phintraco Sekuritas, turut mempertebal ekspektasi pasar bahwa otoritas bank sentral The Fed bakal mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam kurun waktu yang lebih panjang.

Pada saat yang bersamaan, nilai emas di kancah internasional ambruk sebesar 2,2 persen ke posisi US$ 4.375 per ons troi pada sesi perdagangan Jumat (5/6/2026). Di lain pihak, harga untuk komoditas minyak mentah juga terpantau terkoreksi, meskipun para pelaku pasar tetap menaruh kewaspadaan atas gertakan pihak Iran yang berniat menutup akses Selat Bab el-Mandeb apabila eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kian memanas.

Phintraco Sekuritas mengemukakan bahwa para penanam modal di tingkat global juga bakal memantau dengan cermat serangkaian agenda krusial sepanjang pekan ini, mulai dari dinamika perseteruan antara AS dan Iran, hasil forum pertemuan OPEC+, hingga rencana aksi korporasi pencatatan saham perdana (IPO) SpaceX di lantai bursa Nasdaq yang digadang-gadang akan menjadi salah satu IPO paling kolosal dalam sejarah pasar modal global.

Sementara dari koridor domestik, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa pasar tengah menanti publikasi beberapa data makroekonomi yang penting, di antaranya laporan cadangan devisa periode Mei 2026 pada tanggal 8 Juni, data indeks kepercayaan konsumen untuk Mei 2026 pada 10 Juni, serta rilis data kinerja penjualan sektor ritel periode April 2026 pada 11 Juni.

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas menyampaikan bahwa iklim investasi di dalam negeri saat ini masih diselimuti oleh pelbagai kecemasan, mulai dari pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS, isu seputar potensi digelarnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat oleh Bank Indonesia, hingga desas-desus terkait perombakan posisi Menteri Keuangan serta Gubernur BI.

Masih merujuk pada penjelasan Phintraco Sekuritas, ketakutan pasar kian bertambah seiring adanya potensi pemangkasan peringkat utang luar negeri Indonesia oleh lembaga S&P, serta risiko diturunkannya status pasar modal Indonesia ke dalam kelompok frontier market oleh MSCI. "Untuk itu, IHSG pekan ini diprediksi masih fluktuatif dengan rentang support 5.400-5.500 dan resistance 5.700-5.800," papar Phintraco Sekuritas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun pusaran sentimen negatif terpantau masih mendominasi pergerakan, Phintraco Sekuritas tetap menyodorkan lima saham yang diprediksi mampu mencetak performa positif, yakni PT Sumber Global Energy Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Terkini