IPO SpaceX Jadi Sorotan, Bidik Valuasi hingga 1,8 Triliun Dolar AS

Minggu, 07 Juni 2026 | 11:31:46 WIB
SpaceX didirikan oleh Elon Musk pada 2002 sebagai perusahaan pengembangan roket dan layanan peluncuran antariksa (Gambar: NET)

JAKARTA – IPO SpaceX atau penawaran umum perdana saham perusahaan antariksa milik Elon Musk menjadi sorotan pasar keuangan global. Aksi korporasi yang dijadwalkan pada 12 Juni 2026 itu diperkirakan menjadi IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.

Dikutip dari CNN, Minggu (7/6/2026), SpaceX menargetkan penghimpunan dana sebesar 75 miliar dolar AS melalui penjualan 555,6 juta saham. Dengan harga saham awal 135 dolar AS per lembar, perusahaan membidik valuasi sekitar 1,77 triliun dolar AS hingga 1,8 triliun dolar AS atau setara hampir Rp 29.000 triliun, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nilai tersebut akan menempatkan SpaceX di jajaran 10 perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat dan berpotensi menjadi perusahaan publik paling bernilai kesembilan di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar saat ini. Besarnya skala transaksi ini membuat pencarian mengenai IPO SpaceX kapan, IPO SpaceX harga saham, hingga IPO SpaceX nilai meningkat menjelang pencatatan saham perdana di Bursa Nasdaq.

Jika berhasil menghimpun dana sesuai target, IPO SpaceX akan melampaui rekor yang saat ini dipegang perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, yang meraup dana 29,4 miliar dolar AS saat melantai di bursa pada 2019.

Menurut dokumen yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX menetapkan harga IPO sebesar 135 dolar AS per saham. Keputusan tersebut tergolong tidak lazim karena perusahaan langsung menetapkan satu harga saham, bukan menawarkan rentang harga seperti yang umum dilakukan dalam proses IPO.

SpaceX akan melepas sekitar 4,3 persen sahamnya kepada publik. Jumlah saham yang beredar bebas atau free float yang relatif kecil ini menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat memengaruhi pergerakan harga saham setelah pencatatan perdana. Riset Yardeni Research menyebutkan, kecilnya jumlah saham yang tersedia di pasar berpotensi memicu persaingan pembelian ketika berbagai dana indeks mulai mengakumulasi saham SpaceX.

SpaceX didirikan oleh Elon Musk pada 2002 sebagai perusahaan pengembangan roket dan layanan peluncuran antariksa. Perusahaan kemudian memperluas bisnisnya melalui Starlink, layanan internet berbasis satelit yang kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama perusahaan. Pada Februari 2026, Musk juga menggabungkan SpaceX dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI yang menaungi platform media sosial X.

Dalam dokumen IPO, SpaceX tidak hanya menyoroti pengembangan eksplorasi antariksa dan misi ke Bulan serta Mars, tetapi juga rencana pengembangan kecerdasan buatan dan pusat data berbasis luar angkasa. Perusahaan menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung kebutuhan belanja modal yang besar pada bisnis antariksa dan AI.

Terkini