JAKARTA – PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) melaksanakan pembelian kembali (buyback) sebanyak 671.700 saham pada 5 Juni 2026 di kisaran harga Rp129-Rp143 per saham. Melalui transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham treasuri perseroan mengalami peningkatan menjadi 10.712.200 saham, dari posisi sebelumnya yang berjumlah 10.040.500 saham.
"Tujuan transaksi untuk buyback program," jelas manajemen PT Estika Tata Tiara Tbk dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (6/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pembelian kembali saham itu dilakukan lewat 10 transaksi dalam satu hari. Perseroan membeli 100.000 saham pada harga Rp139 per saham, kemudian 50.000 saham pada harga Rp141, serta 100.000 saham pada harga Rp142.
Selanjutnya, BEEF membeli 50.000 saham pada harga Rp135, lalu menambah 50.000 saham pada harga Rp143. Saat harga saham turun ke posisi Rp132, perseroan kembali melakukan pembelian sebanyak 50.000 saham.
Perseroan kemudian menambah 50.000 saham pada harga Rp136 dan kembali membeli 100.000 saham pada harga Rp138. Pada transaksi berikutnya, BEEF membeli 100.000 saham pada harga Rp133 serta 21.700 saham pada harga Rp129 per saham.
Dengan realisasi tersebut, sisa saham yang dapat dibeli kembali dalam program buyback adalah 323.292.833 saham. Sebelumnya, perseroan telah menargetkan pembelian kembali maksimal sebanyak 333.333.333 saham atau setara dengan sekitar 4,10 persen dari modal ditempatkan dan disetor, dengan alokasi dana yang disiapkan mencapai Rp100 miliar.
Program buyback ini berlangsung selama tiga bulan, yakni terhitung sejak 19 Mei 2026 hingga 18 Agustus 2026.
"Perseroan bermaksud melakukan pembelian kembali saham dengan pertimbangan harga saham perseroan saat ini belum mencerminkan harga yang wajar berdasarkan kinerja perseroan," jelas manajemen BEEF dalam prospektus yang telah dikoreksi dan dipublikasikan melalui keterbukaan informasi BEI pada 20 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dalam program tersebut, BEEF menetapkan harga pembelian kembali maksimum Rp300 per saham. Perseroan juga telah menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai pihak pelaksana buyback. Seluruh saham hasil pembelian kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri.