Daftar 10 Unitlink Saham dengan Imbal Hasil Tertinggi per Mei 2026

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:45:16 WIB
Ilustrasi Unitlink Manulife memberikan return sebesar 69,87 persen per Mei 2026 (Foto: NET)

JAKARTA – Kinerja rata-rata return atau yield unit link berbasis saham menjadi yang mengalami kontraksi paling dalam. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd), rata-rata return unit link berbasis saham terkontraksi sebesar 8,76 persen per Mei 2026.

Meski mengalami kontraksi paling dalam, jika dilihat secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return tertinggi per Mei 2026. Adapun 10 produk tersebut return-nya berada di atas rata-rata unit link berbasis saham secara keseluruhan.

Posisi pertama diduduki oleh produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 69,87 persen per Mei 2026.

Selanjutnya, posisi kedua ditempati oleh produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Adapun produk tersebut membukukan return sebesar 60,53 persen per Mei 2026.

Pada posisi ketiga ditempati produk Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - IDR milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia. Produk tersebut memberikan return sebesar 46,97 persen.

Lebih lanjut, produk unitlink Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah - USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi keempat. Adapun produk tersebut memberikan imbal hasil sebesar 38,88 persen per Mei 2026.

Pada posisi kelima ditempati produk milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Fund USD. Produk itu memberikan return sebesar 36,18 persen per Mei 2026.

Sementara itu, pada posisi keenam ditempati produk Mandiri Golden Offshore USD milik PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), dengan imbal hasil sebesar 32,86 persen per Mei 2026.

Posisi ketujuh ditempati oleh produk unit link saham milik PT AIA Financial, yakni USD Prime Emerging Market Equity Fund, dengan imbal hasil sebesar 31,90 persen per Mei 2026.

Selanjutnya, posisi kedelapan ditempati oleh produk unit link saham FWD USD Equity Plus Fund milik PT FWD Insurance Indonesia, dengan imbal hasil sebesar 28,15 persen.

Posisi kesembilan ditempati oleh produk PRUlink US Dollar Global Tech Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Adapun produk itu mencetak return sebesar 26,94 persen per Mei 2026.

Produk milik PT Asuransi Allianz Life Indonesia, yakni Smartwealth Dollar Equity Global Artificial Intelligence Fund, menduduki posisi kesepuluh. Produk itu mencetak return sebesar 25,46 persen per Mei 2026.

Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, mengatakan ada sejumlah katalis negatif yang menyebabkan kinerja unitlink tertekan, termasuk yang berbasis saham. Dia menyebut faktornya, yakni rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI), pelemahan kurs rupiah, dan perubahan kebijakan pemerintah. Ditambah, adanya volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Wawan, diperkirakan kinerja unit link berbasis saham masih akan sulit untuk terdongkrak positif karena kinerja pasar modal Indonesia yang juga masih melemah.

"Dengan kinerja pasar saham, seperti IHSG yang masih melemah, sulit bagi unit link saham, terutama yang investasinya di Indonesia, untuk menjadi positif. Kecuali, bagi unitlink US$ yang investasinya ke luar negeri, beberapa masih positif signifikan," ungkapnya kepada Kontan, Minggu (7/6), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Jika ditelaah dari data Infovesta, rata-rata return unit link berbasis saham per Mei 2026 kontraksinya makin dalam dibandingkan dengan posisi per April 2026 yang sebesar 4,75 persen.

Kinerja unit link berbasis campuran juga terpuruk cukup dalam, dengan rata-rata return terkontraksi 6,17 persen per Mei 2026. Adapun unit link pendapatan tetap rata-rata return-nya juga terkontraksi sebesar 0,88 persen per Mei 2026.

Hanya unit link berbasis pasar uang yang berhasil mencatatkan kinerja positif, dengan rata-rata return sebesar 1,31 persen per Mei 2026. Wawan menjelaskan bahwa kinerja positif pasar uang tak terlepas dari kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25 persen.

Terkini