Strategi IBST Maksimalkan 3.200 Menara dan Serat Optik Pacu Kinerja

Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20:10 WIB
Ilustrasi tower milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST)(Foto: NET)

JAKARTA – Perusahaan menara telekomunikasi bagian dari Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST), saat ini tengah memprioritaskan strategi pertumbuhan mereka melalui optimalisasi aset yang telah tersedia, mencakup 3.200 menara telekomunikasi serta hampir 19.500 kilometer jaringan serat optik.

Direktur IBST Doni Wilaga Kusuma menjelaskan bahwa perseroan kini tidak sekadar bertumpu pada pembangunan aset-aset baru, tetapi juga mengutamakan maksimalisasi produktivitas dari infrastruktur yang telah beroperasi.

"Fokus utama perseroan saat ini adalah meningkatkan utilisasi dan produktivitas aset yang telah dimiliki," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (4/6/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada lini bisnis menara, IBST konsisten mendorong penambahan kolokasi melalui peningkatan jumlah penyewa di lokasi-lokasi yang sudah tersedia. Strategi ini dinilai mampu menaikkan pendapatan tanpa perlu melakukan pengeluaran belanja modal yang signifikan.

Sementara itu, untuk lini bisnis serat optik, perusahaan sedang berupaya memaksimalkan monetisasi jaringan melalui beragam layanan konektivitas seperti connectivity, backhaul, Metro-E, leased line, beserta solusi berbasis serat optik lainnya.

Menurut Doni, peluang untuk mengoptimalkan aset tersebut semakin terbuka luas setelah IBST bergabung ke dalam ekosistem bisnis Protelindo Group dan iForte. Langkah sinergis ini membuka ruang bagi pemanfaatan aset secara lebih terpadu, perluasan jaringan pelanggan, serta peningkatan efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur telekomunikasi.

Dari sisi profitabilitas, IBST mencatatkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Direktur IBST Suciratin memaparkan bahwa EBITDA margin perusahaan melesat ke angka 90,7 persen pada 2025 dari sebelumnya sebesar 67,2 persen pada 2024. Peningkatan profitabilitas ini disebutnya tidak lepas dari bergabungnya perseroan ke Protelindo Group yang mendatangkan berbagai keuntungan strategis.

"Bergabungnya perseroan ke dalam Protelindo Group memberikan banyak manfaat strategis, baik dari sisi operasional, keuangan, maupun pengembangan bisnis," katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain mendapatkan akses ke skala usaha yang lebih luas, IBST juga memperoleh implementasi praktik terbaik (best practice) serta peluang kerja sama sinergis yang mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing korporasi. Lompatan profitabilitas tersebut sekaligus memperkuat struktur finansial perusahaan di tengah kebutuhan investasi infrastruktur digital yang terus meningkat.

IBST juga membidik potensi pertumbuhan dari bisnis berbasis serat optik yang saat ini menyumbang sekitar 26 persen bagi total pendapatan perusahaan. Direktur IBST Catherine Sembiring Pelawi menerangkan bahwa kontribusi tersebut ditopang oleh layanan fiber to the tower (FTTT) sebesar 24 persen, fiber to the home (FTTH) sebesar 1 persen, serta layanan connectivity sebesar 1 persen.

Ke depannya, manajemen akan terus berupaya mendongkrak kapasitas aset menara maupun serat optik sekaligus meningkatkan tingkat utilisasinya.

"Perseroan dan manajemen akan berupaya untuk meningkatkan aset tower dan fiber optik serta meningkatkan utilisasinya seperti tenancy ratio dan utilization ratio," ujarnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Langkah strategis tersebut diproyeksikan mampu memperbesar kontribusi bisnis non-menara terhadap pendapatan korporasi di masa depan, seiring dengan tingginya kebutuhan konektivitas data dan infrastruktur digital di tanah air.

Terkini