S&P 500 Tegaskan Aturan Ketat, SpaceX Gagal Masuk Jalur Cepat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:51:39 WIB
Ilustrasi SpaceX (Foto: NET)

JAKARTA – Rencana SpaceX untuk masuk ke indeks saham utama Wall Street melalui jalur cepat menemui kendala setelah S&P Global memutuskan untuk tetap mempertahankan aturan lama terkait keanggotaan indeks S&P 500.

Keputusan ini menjadi hambatan bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk yang sedang bersiap melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah dengan target valuasi mencapai US$1,75 triliun.

Dengan valuasi sebesar itu, SpaceX berpotensi langsung masuk ke dalam daftar 10 perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat. Namun, S&P menegaskan bahwa ukuran kapitalisasi pasar tidak cukup untuk mendapatkan perlakuan khusus.

"Pengecualian terhadap persyaratan kelayakan finansial, pengalaman, dan IWF (faktor bobot investasi) tidak boleh diberikan semata-mata berdasarkan kapitalisasi pasar", sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui keputusan tersebut, S&P menolak usulan pelonggaran syarat utama, termasuk masa pencatatan minimum di bursa, ketentuan jumlah saham yang beredar di publik, serta persyaratan profitabilitas.

Berdasarkan aturan yang berlaku, perusahaan wajib mencatatkan laba sesuai standar akuntansi Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) pada kuartal terakhir serta secara kumulatif selama empat kuartal terakhir untuk dapat masuk ke indeks S&P 500.

Persyaratan ini menjadi tantangan bagi SpaceX, mengingat perusahaan mencatat rugi bersih sebesar US$4,94 miliar sepanjang 2025, meskipun pendapatannya meningkat 33% menjadi US$18,67 miliar.

Sebelumnya, S&P sempat melakukan konsultasi dengan investor mengenai kemungkinan mempercepat akses bagi perusahaan berkapitalisasi besar ke indeks utama, termasuk rencana mengurangi masa tunggu pasca-IPO dan menghapus syarat profitabilitas.

Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan, menilai keputusan S&P menjaga integritas indeks. "S&P Dow Jones Indices sangat kredibel karena berbasis aturan dan memastikan adanya profitabilitas sebelum masuk ke indeks," kata Hogan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Membuat pengecualian karena perusahaan-perusahaan tersebut sangat besar dan telah menjadi perusahaan swasta begitu lama namun masih belum menguntungkan, tidak masuk akal," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Nasdaq mengambil langkah berbeda dengan mengubah aturan yang memungkinkan perusahaan teknologi berkapitalisasi besar yang baru melantai di bursa, termasuk SpaceX dan Anthropic, untuk dapat masuk lebih cepat ke indeks Nasdaq 100. Persaingan antarpenyedia indeks kini semakin ketat seiring dengan rencana IPO perusahaan teknologi bernilai tinggi seperti SpaceX, Anthropic, dan OpenAI.

Meski menutup jalur cepat menuju S&P 500, S&P Global membuka ruang bagi SpaceX untuk bergabung lebih cepat ke indeks yang cakupannya lebih luas, yakni S&P Total Market Index dan Dow Jones U.S. Total Stock Market Index.

Selain itu, SpaceX juga telah memenuhi syarat untuk masuk ke Russell U.S. Equity Indexes dan FTSE Global Equity Index Series menyusul adanya aturan percepatan masuk bagi emiten baru berkapitalisasi besar yang diperkenalkan oleh FTSE Russell.

Terkini