Harga Minyak Brent Melemah ke 94,53 USD, Simak Daftar Harga Komoditas Energi

Jumat, 05 Juni 2026 | 11:12:45 WIB
Ilustrasi Brent hari ini terdepresiasi menuju level USD 94,53 per barel (Foto: NET)

JAKARTA – Nilai dagang minyak mentah internasional membukukan kemerosotan pada sesi perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Merujuk pada data bursa komoditas paling baru pagi ini, produk energi tersebut mengalami koreksi minor jika disandingkan dengan capaian hari sebelumnya akibat dinamika pasar internasional.

Brent hari ini terdepresiasi menuju level USD 94,53 per barel. Penurunan ini merefleksikan sikap penuh kehati-hatian dari para pelaku pasar dalam merespons volatilitas pasokan energi global.

Sementara itu, laju instrumen energi lainnya di jajaran bursa internasional memperlihatkan tren yang bervariasi. Sebagian besar kontrak berjangka minyak mentah utama dibayangi oleh tekanan jual, sedangkan komoditas gas alam justru sukses membalikkan arah atau rebound.

Penyusutan harga tidak cuma menimpa kontrak spot Brent, melainkan melanda pula pada kontrak berjangka untuk durasi beberapa bulan mendatang. Gejolak ini dipicu oleh pergeseran proyeksi permintaan serta rilis data persediaan paling gres. Berdasarkan himpunan data komoditas dari Trading Economics, berikut adalah rincian harga minyak mentah serta komoditas energi dunia yang tercatat pada hari ini:

  • WTI Crude Oil (Nymex) - Kontrak Juli 2026: USD/bbl. 93.01 (Tren Pasar: Menurun)
  • Brent Crude (ICE) - Kontrak Agustus 2026: USD/bbl. 95.25 (Tren Pasar: Menurun)
  • Crude Oil (Tokyo) - Kontrak Juni 2026: JPY/kl 96.140,00 (Tren Pasar: Meningkat)
  • Natural Gas (Nymex) - Kontrak Juli 2026: USD/MMBtu 3.35 (Tren Pasar: Meningkat)
  • ECX Emissions (ICE) - Kontrak Desember 2026: EUR/MT 77.07 (Tren Pasar: Menurun)

Memperhatikan pergerakan teknikal yang berlangsung, para analis pasar komoditas mulai memetakan area krusial bagi pergerakan harga minyak mentah ke depan. Sejumlah indikator teknikal saat ini mengindikasikan situasi jenuh yang patut diwaspadai oleh pelaku pasar.

Merujuk analisis teknikal yang dikeluarkan oleh Investing, potensi wilayah supply atas untuk tipe WTI berada pada kisaran level 106.50. Area ini bakal berperan sebagai batas momentum sekiranya harga kembali bergerak menguat. Di lain pihak, area Demand Zone utama bagi WTI bertengger di sekitar level 90.41. Wilayah permintaan tersebut diproyeksikan mampu menjadi bantalan kuat apabila tekanan jual masih terus berlanjut.

Data grafik memperlihatkan titik resistansi Fibonacci Retracement untuk minyak WTI saat ini berada di angka 0,5 pada level 99.27 serta level 0,618 pada angka 98.46. Di samping itu, tingkat resistansi kuat lainnya berada pada rentang 104.50 hingga 106.00. Posisi Fibonacci Retracement 0,786 untuk WTI juga terpantau berada di level 105.56. Pergerakan tersebut dikonfirmasi oleh beberapa indikator teknikal berikut:

  1. Indikator RSI (14) yang pada saat ini menyentuh zona jenuh jual pada level 35.69.
  2. Indikator Stochastic RSI yang posisinya terpantau sudah menyentuh area jenuh beli atau overbought ekstrem.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah. Para pelaku pasar ritel maupun institusi saat ini terus memperhatikan pergerakan batas teknikal tersebut untuk memformulasikan langkah antisipasi berikutnya.

Gejolak harga minyak mentah ini diprediksi masih akan terus disetir oleh rilis data cadangan devisa serta regulasi produksi dari jajaran negara pengekspor minyak utama dalam hitungan beberapa hari mendatang.

Terkini