Divisi AI SpaceX Diprediksi Jadi Penopang Valuasi 1,8 Triliun Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 10:32:04 WIB
Elon Musk, salah satu orang terkaya di dunia. Pendiri Tesla dan SpaceX (Gambar: NET)

JAKARTA – Para analis riset Wall Street memproyeksikan divisi kecerdasan buatan (AI) SpaceX akan mengalami lonjakan pendapatan hingga 100 kali lipat pada akhir dekade ini guna menyokong target valuasi perusahaan sebesar US$1,8 triliun.

Proyeksi tersebut disampaikan kepada para calon pembeli saham penawaran umum perdana (IPO) SpaceX pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, waktu setempat. Tim riset dari Evercore ISI memperkirakan penjualan dari divisi AI SpaceX mampu menyentuh angka US$755 miliar pada tahun 2031, mengalami kenaikan drastis dari pencapaian tahun lalu yang berada di angka US$3,2 miliar.

Informasi yang bersumber dari pihak internal tersebut juga menyebutkan bahwa total pendapatan perusahaan milik Elon Musk ini diprediksi melampaui US$1 triliun pada periode yang sama setelah mencatatkan US$18,7 miliar pada 2025.

Proses pemasaran untuk IPO historis ini telah dimulai dengan target perolehan dana US$75 miliar pada harga US$135 per lembar saham untuk entitas yang berbasis di Starbase, Texas tersebut.

Lembaga keuangan Goldman Sachs Group Inc. turut mengeluarkan target ambisius dengan memprediksi total pendapatan SpaceX mencapai US$474 miliar pada 2030, di mana pendapatan AI menyumbang hampir US$322 miliar. Perkiraan dari Evercore untuk total pendapatan tahun 2030 berada di angka US$486 miliar dengan kontribusi sektor AI sebesar US$331 miliar.

Goldman Sachs memproyeksikan arus kas bebas SpaceX akan berbalik positif menjadi lebih dari US$72 miliar pada 2031, setelah diperkirakan menyentuh titik terendah negatif US$105 miliar pada 2029. Analisis dari Evercore ISI menunjukkan porsi AI akan mendominasi hingga 74 persen dari total pendapatan perusahaan pada 2031, sementara bisnis ruang angkasa menyusut menjadi hanya 1 persen.

Kedua firma tersebut memprediksi unit konektivitas satelit internet Starlink akan meningkatkan penjualan menjadi lebih dari US$140 miliar pada 2030, sedangkan divisi roket menghasilkan sekitar US$8 miliar. Lonjakan besar juga diperkirakan terjadi pada belanja modal SpaceX yang diproyeksikan Goldman Sachs melampaui US$360 miliar pada 2030 dari posisi tahun lalu yang berada di angka US$20 miliar.

Evercore memperkirakan belanja modal tersebut membengkak hampir dua kali lipat menjadi US$732 miliar pada 2031, dengan sekitar US$666 miliar dialokasikan khusus untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Dalam laporannya, Goldman Sachs menyandingkan SpaceX dengan korporasi raksasa kelompok "Magnificent Seven" seperti Nvidia Corp. dan Tesla Inc., serta perusahaan AI CoreWeave Inc. dan Palantir Technologies Inc. Space Exploration Technologies Corp. dijadwalkan menetapkan harga resmi IPO pada 11 Juni 2026, dan sahamnya akan diperdagangkan di bursa Nasdaq serta Nasdaq Texas dengan kode emiten SPCX.

Terkini