Berkat Program MBG, Laba Bersih MAIN Melonjak ke Rp123,28 Miliar

Selasa, 26 Mei 2026 | 12:17:22 WIB
Ilustrasi PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) (Gambar: NET)

JAKARTA – PT Malindo Feedmill Tbk. (MAIN) menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis atau MBG memberikan efek yang bagus bagi performa keuangan perusahaan sepanjang kuartal I/2026.

Direktur MAIN Rudy Hartono mengungkapkan bahwa indikator utama dari capaian positif pada kuartal I/2026 ini adalah tingkat harga DOC dan broiler yang relatif stabil. Rudi menambahkan, program MBG tersebut sangat meringankan beban para peternak UMKM dan peternak plasma yang masuk dalam rantai bisnis perusahaan.

“Program MBG ini terus terang sangat membantu para peternak, termasuk peternak UMKM dan plasma kami. Sehingga harga-harga poultry bisa cukup stabil karena antara supply dan demand menjadi lebih match dan lebih balance,” ujarnya, Senin (25/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walau tidak memaparkan secara gamblang angka kontribusi langsung terhadap total penjualan perusahaan di kuartal I/2026, Malindo berkeyakinan bahwa hadirnya program itu dapat menjaga ekosistem industri tetap kondusif di kala harga live bird dan DOC sedang berfluktuasi.

Pihak manajemen berpendapat bahwa keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan pasar menjadi elemen krusial untuk mengontrol stabilitas harga ayam di pasar domestik. Lewat situasi harga yang lebih kokoh, para peternak dinilai mempunyai ruang gerak usaha yang lebih produktif ketimbang masa sebelumnya. Malindo mengharapkan pelaksanaan program MBG dapat makin diperkuat ke depannya agar menghadirkan faedah yang lebih luas bagi keberlanjutan bisnis peternak nasional serta membuat sektor ini kian bergairah.

Pada kuartal I 2026, MAIN menorehkan penjualan bersih mencapai Rp3,69 triliun, atau terhitung melonjak sebesar Rp526,86 miIiar maupun setara 16,61%. Nilai penjualan pakan ternak tumbuh sebesar 10,92% atau setara Rp206,91 billion. Sementara itu, peningkatan penjualan anak ayam/itik usia sehari mengalami lonjakan pesat hingga 69,20% atau sebesar Rp330,63 miliar, yakni dari Rp477,77 miIiar menjadi Rp808,39 miIiar pada periode Maret 2026.

Di sisi lain, omzet dari ayam pedaging menyusut sebesar Rp15,91 miliar atau melemah 2,49% bila dikomparasikan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Untuk penjualan makanan olahan merangkak naik 16,81% atau setara Rp5,83 miIiar, sedangkan pos penjualan lain-lain terkoreksi 0,48% atau senilai Rp604 juta.

Laba kotor perusahaan pada kuartal I/2025 meningkat sebesar Rp74,76 miIiar atau tumbuh 22,79% dari Rp327,97 miIiar menjadi Rp402,73 miIiar pada Maret 2026. Sinyal kenaikan laba kotor tersebut pada akhirnya mendorong laba bersih perusahaan ikut terkerek naik dari Rp62,88 miIiar pada kuartal I/2025 menjadi Rp123,28 miIiar pada akhir Maret 2026, atau menanjak sebesar Rp60,40 miIiar.

Membahas strategi ekspansi, Malindo menyiapkan alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) di kisaran Rp700 miIiar sampai Rp800 miIiar untuk tahun 2026. Alokasi dana ini bakal diprioritaskan bagi pendirian pabrik pakan baru di Lampung, sekaligus penguatan fasilitas breeding dan peternakan broiler. Pihak perusahaan menargetkan pengerjaan feedmill di Lampung tersebut dapat rampung seluruhnya pada kuartal III/2026.

“Fokus utama capex tahun ini adalah pembangunan feedmill di Lampung dan pengembangan breeding maupun peternakan broiler,” ujar Rudi sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sampai dengan saat ini, penyerapan dana capex dilaporkan sudah menyentuh kisaran 30% dari seluruh total pagu anggaran yang dialokasikan oleh perusahaan.

Terkini