Modernisasi MT Pagerungan Perkuat Logistik Pertamina Patra Niaga

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:21:03 WIB
Ilustrasi tanker MT Pagerungan (Foto: NET)

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga memperkokoh sistem logistik energi nasional lewat tindakan strategis pembaruan kapal tanker MT Pagerungan pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah penyegaran armada laut berkualifikasi internasional ini ditargetkan guna memaksimalkan keandalan penyaluran energi ke seluruh penjuru negeri secara kontinyu.

Sistem pengapalan energi nasional tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber bersandar pada pengelolaan armada laut yang modern dan efisien. Kapal MT Pagerungan sendiri mengemban fungsi krusial dalam mendistribusikan pasokan energi dari terminal utama seperti Balongan, Tuban, dan Tanjung Wangi menuju wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Indonesia Timur.

Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, memaparkan maksud utama dari program pembaruan armada transportasi laut tersebut dalam keterangannya di Tangerang, Banten.

“Melalui modernisasi kapal seperti MT Pagerungan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem logistik energi agar pasokan dapat tersalurkan secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Arif Yunianto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penerapan teknologi paling baru telah dilakukan pada kapal tanker tersebut selama 5 tahun terakhir. Konsentrasi utama dari pembaruan ini ditujukan pada efisiensi operasional, peningkatan standar keselamatan pelayaran, dan pengelolaan lingkungan.

Ada 3 inovasi teknologi ramah lingkungan yang dipasang untuk menunjang aspek keberlanjutan. Teknologi itu mencakup Fin Stabilizer untuk menjaga stabilitas kapal dan meminimalkan hambatan gerak, serta Variable Frequency Drive (VFD) guna menyelaraskan kerja motor listrik secara dinamis agar pemanfaatan energi lebih efisien.

Sistem ketiga yang dijalankan yaitu Ballast Water Treatment System (BWTS). Teknologi ini beroperasi memproses air ballast lewat mekanisme penyaringan dan penonaktifan mikroorganisme sebelum dilepas ke laut demi memenuhi standar lingkungan internasional serta menjaga ekosistem perairan dari spesies invasif.

Terkini