Forum Indonesia Miner 2026 Perkuat Sinergi dan Teknologi Tambang

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:21:03 WIB
Ilustrasi Forum Indonesia Miner 2026 (Foto: NET)

JAKARTA – Sektor pertambangan nasional terus memacu efisiensi operasional, digitalisasi, hilirisasi mineral, serta penerapan praktik berkelanjutan di tengah berbagai tantangan transformasi. Situasi ini mendorong para pelaku industri untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi melahirkan solusi teknologi dan strategi bisnis yang adaptif.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, langkah strategis tersebut mendasari pelaksanaan forum pertambangan Indonesia Miner 2026 yang berlangsung pada 5–7 Mei 2026. Pertemuan berskala internasional ini sukses mengumpulkan lebih dari 2.100 delegasi yang berasal dari lebih dari 20 negara melalui rangkaian konferensi, pameran, serta diskusi teknis.

Memasuki gelaran keenam, Indonesia Miner 2026 menerapkan konsep baru yang lebih interaktif dengan melibatkan lebih dari 60 pembicara serta 46 exhibitor. Peserta yang hadir mencakup seluruh rantai nilai industri, mulai dari korporasi tambang, penyedia teknologi, investor, hingga pihak regulator.

Rangkaian konferensi dalam forum ini memetakan pembahasan ke dalam tiga pilar utama, yaitu Gold & Copper and Other Minerals, Critical Metals, serta Coal & Energy. Ketiga fokus tersebut dihadirkan untuk mengurai tantangan industri, menangkap peluang mineral strategis, dan mengarahkan transisi energi.

Pihak penyelenggara mendesain area pameran dengan konsep terbuka guna mencairkan interaksi dan memperluas jaringan bisnis antarpeserta. Sebanyak 46 exhibitor memanfaatkan momentum ini untuk memamerkan inovasi mutakhir di bidang operasional, pengelolaan data, efisiensi energi, hingga keselamatan kerja.

Ruang edukasi dan pertukaran ide juga dipertegas melalui program Miners Talk dan Workshop yang mengupas tuntas implementasi teknologi. Salah satu sesi menyoroti peran artificial intelligence (AI) dalam operasional tambang modern melalui topik 'From Data to Decisions: AI Value in Modern Mining'.

Aspek kesetaraan juga mendapat panggung khusus melalui diskusi integrasi standar diversity, equity, and inclusion (DEI) yang diprakarsai oleh Women in Mining and Energy (WiME) Indonesia. Selain itu, sejumlah korporasi global memanfaatkan ajang ini untuk meluncurkan solusi operasional teranyar mereka.

Metso memperkenalkan sistem modular untuk fasilitas crushing dan screening yang dirancang guna mempercepat eksekusi proyek tambang.

"Indonesia Miner menjadi platform yang tepat untuk berdiskusi langsung dengan pelaku industri mengenai solusi yang aplikatif," ujar Technology Manager–Mining Crushers Metso, Jason Perrella, dalam keterangan resmi.

Pada kesempatan lain, Coolon mendemonstrasikan teknologi Brilliant Connected Lights (BCL) berbasis digital twin untuk memantau operasional secara real time. Sementara itu, PT Hexindo Adiperkasa Tbk mengangkat pentingnya fatigue risk management demi menekan risiko kelelahan kerja sekaligus memacu produktivitas.

"Topik ini menjadi semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas operasional. Indonesia Miner memberikan ruang yang sangat baik untuk berbagi pendekatan ini dan berdiskusi langsung dengan para pelaku industri," ujar Country Sales Manager Wenco International Mining Systems, Henra Sastrawan, yang mewakili PT Hexindo Adiperkasa Tbk.

Secara keseluruhan, Indonesia Miner 2026 mendapat dukungan penuh dari 18 sponsor serta lebih dari 15 asosiasi dan perusahaan mitra. Penyelenggara menilai tingginya partisipasi selama tiga hari mencerminkan mendesaknya ruang kolaborasi yang menyatukan teknologi, investasi, dan strategi keberlanjutan dalam satu ekosistem terpadu.

Terkini