Pertamina EP Pasok Gas ke Cikarang Listrindo serta Hulu Rokan

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:50:20 WIB
Ilustrasi PT Pertamina EP (Foto: NET)

TANGERANG SELATAN – PT Pertamina EP resmi menyepakati dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) bersama PT Cikarang Listrindo serta PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, pada Rabu (20/5/2026).

Direktur Utama PT Pertamina EP Rachmat Hidajat, Direktur PT Cikarang Listrindo Yudho Pratikto, dan Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin hadir langsung untuk menandatangani kontrak tersebut.

Melalui kerja sama ini, PT Pertamina EP menyalurkan gas dari Lapangan Akasia Bagus, Jatibarang Field, dengan volume total 20 miliar standar kaki kubik (BSCF) kepada PT Cikarang Listrindo hingga 16 September 2035. Langkah pasokan gas tersebut ditujukan guna menyokong pemenuhan energi bagi sektor industri di daerah Jawa Barat.

Sementara itu, kontrak PJBG dengan PT Pertamina Hulu Rokan akan berjalan sampai 31 Desember 2030 dengan total volume gas mencapai 35 triliun British Thermal Unit (TBTU). Penyaluran gas ke PHR difokuskan untuk menunjang aktivitas produksi operasional minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja Rokan, Provinsi Riau.

Pihak perusahaan juga memastikan bahwa kedua kontrak ini akan mengamankan penerimaan bagian negara dari hasil penjualan gas di wilayah kerja Jawa dan Sumatera.

“Kesepakatan jangka panjang ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan energi dan berkontribusi positif terhadap daya saing industri di Jawa Barat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rachmat Hidajat, Direktur Utama PT Pertamina EP, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, pengelolaan lapangan hulu migas di bawah Pertamina dikomandoi oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream. Khusus di wilayah Jawa bagian barat, koordinasi operasional mencakup PHE ONWJ, PHE OSES, Pertamina EP Jawa Barat, dan Pertamina East Natuna yang berada di bawah wewenang Regional Jawa.

Operasional di wilayah penugasan Regional Jawa tersebut terus didorong untuk menaikkan volume produksi migas lewat penerapan Good Corporate Governance (GCG) serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Terkini