Jantra Grupo Angkat Pengurus Baru, Targetkan Ekspansi Bisnis 2026

Kamis, 21 Mei 2026 | 12:50:20 WIB
Ilustrasi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) (Foto: NET)

JAKARTA – PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) secara resmi telah menetapkan jajaran pengurus baru perusahaan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Emiten yang mengoperasikan jaringan bengkel spesialis kaki-kaki mobil ini pun menegaskan komitmennya untuk berfokus pada digitalisasi bisnis serta ekspansi wilayah, setelah berhasil mencatatkan pertumbuhan performa yang positif sepanjang tahun buku 2025.

Melalui keputusan RUPSLB tersebut, para pemegang saham menyetujui pemberhentian Dodon Tri Koeswardana dengan hormat dari jabatannya sebagai Direktur Keuangan.

Pihak perusahaan memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas seluruh tindakan pengurusan yang telah dilakukan selama masa jabatan yang bersangkutan.

Sebagai penggantinya, perseroan resmi mengangkat Simon Arosokhi Gulo untuk mengisi posisi Direktur sekaligus menjalankan fungsi sebagai Sekretaris Perusahaan hingga ditunjuknya pejabat definitif.

Direktur Utama KAQI, Imam Sujono, menilai Simon mempunyai rekam jejak yang solid di bidang tata kelola perusahaan yang baik, hukum perusahaan, serta posisi sekretaris korporat.

Imam, dalam keterangannya pada Rabu (20/5/2026), menyatakan, “Simon memiliki kompetensi yang kuat dalam aspek kepatuhan, manajemen risiko berbasis ISO 31000, serta pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Simon Arosokhi Gulo sendiri merupakan lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Pancasila yang memiliki pengalaman memimpin PT Sarana Bangun Sukses selaku Direktur Utama. Dengan adanya perombakan ini, jabatan Komisaris Utama kini dipegang oleh Jantra Al Rasyid dengan Febby Adriyani Tiwon selaku Komisaris Independen. Sementara itu, posisi di jajaran direksi ditempati oleh Imam Sujono sebagai Direktur Utama dan Simon Arosokhi Gulo sebagai Direktur.

Di samping mengubah susunan pengurus, rapat pemegang saham juga menyetujui langkah penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar sejalan dengan regulasi paling baru dari Badan Pusat Statistik.

Langkah penataan administratif ini meliputi kode KBLI 95311 untuk Reparasi Mobil, KBLI 95312 untuk Pencucian dan Salon Mobil, serta KBLI 47820 untuk Perdagangan Eceran Suku Cadang dan Aksesori Mobil, tanpa mengubah bidang bisnis utama yang dijalankan perusahaan.

Dalam pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Imam Sujono menerangkan bahwa masa tahun 2025 menjadi tahapan strategis bagi perusahaan dalam memperkuat sektor operasional menuju penawaran umum perdana saham (IPO).

Memasuki tahun 2026, emiten berkode saham KAQI ini mengarahkan fokusnya pada peningkatan mutu sumber daya manusia, diversifikasi produk, digitalisasi sistem, serta perluasan jaringan bengkel Jantrakakikaki. Imam memaparkan, “Pulau Jawa masih menjadi fokus utama saat ini, dengan rencana ekspansi ke Sumatera dan Sulawesi yang akan dijalankan secara bertahap.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Perseroan pun mulai mengantisipasi pergeseran di industri otomotif dengan mematangkan kesiapan teknis guna menghadapi era kendaraan listrik serta kendaraan otonom demi menjaga keberlanjutan bisnis.

Langkah ini diterapkan setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap sejumlah tantangan di tahun sebelumnya, termasuk ketatnya persaingan industri, dinamika tren kendaraan ramah lingkungan, dan fluktuasi harga bahan baku.

Merujuk pada laporan kinerja keuangan perusahaan, KAQI berhasil membukukan total pendapatan mencapai Rp 76,84 miliar pada tahun 2025, atau melonjak sebesar 33,62 persen dibandingkan dengan perolehan tahun 2024 yang bernilai Rp 57,51 miliar.

Kenaikan pendapatan ini memicu pertumbuhan laba kotor sebesar 19,45 persen menjadi Rp 38,17 miliar, sementara posisi laba bersih ikut terkerek naik sebesar 3,11 persen menjadi Rp 9,4 miliar.

Di sisi lain, total aset perusahaan turut mengalami lonjakan signifikan sebesar 81,8 persen menjadi Rp 137,9 miliar yang ditopang oleh penambahan aset tetap, perlengkapan, serta aliran dana segar dari hasil IPO.

Para pemegang saham menyepakati agar seluruh perolehan laba bersih tahun buku 2025 dialokasikan sepenuhnya sebagai cadangan umum, sehingga emiten memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham.

Imam menuturkan, “Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat struktur permodalan and mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sampai dengan akhir Desember 2025, KAQI tercatat telah merealisasikan penggunaan dana hasil IPO sebanyak Rp 48,5 miar atau setara dengan 97,83 persen dari total perolehan untuk kebutuhan operasional dan belanja modal.

Sisa dana dari hasil penawaran umum yang sebesar Rp 1,07 miar saat ini ditempatkan pada instrumen deposito perbankan yang likuid, dan ditargetkan akan terealisasi seluruhnya pada periode semester I/2026.

Terkini