Dua Sekuritas Rekomendasi Beli Saham BBNI Pasca Aksi Borong Asing

Rabu, 20 Mei 2026 | 10:16:16 WIB
Ilustrasi BBNI (Gambar: NET)

JAKARTA – Investor asing membukukan nilai aksi beli bersih tertinggi yang mencapai Rp628,6 miliar pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di Bursa Efek Indonesia dalam kurun waktu sebulan terakhir, terhitung sejak 15 April sampai 13 Mei 2026.

Maraknya aktivitas pembelanjaan tersebut memicu harga saham bank kepunyaan negara ini terangkat sebesar 3,75 persen hingga mendarat di level Rp3.870 tiap lembar saham pada Rabu (13/5/2026) sebagaimana diwartakan Investor Daily.

Merujuk data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, tingkat valuasi saham emiten perbankan milik BUMN ini dinilai masih cukup murah dengan besaran rasio price to book value (PBV) 0,89 kali, price earning ratio (PER) 7,10 kali, serta nilai kapitalisasi pasar yang menembus Rp144,34 triliun.

Situasi pasar tersebut mendorong dua perusahaan sekuritas menyodorkan rekomendasi beli terhadap saham BBNI untuk sesi perdagangan sepekan pada periode 18-22 Mei 2026.

Phintraco Sekuritas menganjurkan opsi beli lantaran pergerakan saham BBNI dipandang sudah melewati batas indikator MA200, serta merekomendasikan area masuk di level harga 3.800 dengan target harga pertama di angka 4.000 dan target kedua di posisi 4.250.

"Stoploss di bawah 3.670," sebut Phintraco Sekuritas, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, KB Valbury Sekuritas turut mengamati laju saham emiten berkode BBNI ini untuk aktivitas perdagangan pada Senin (18/5/2026) dengan mematok target harga di posisi 3.900.

Perusahaan broker ini menganjurkan taktik buy on weakness dengan rentang area masuk potensial di kisaran harga 3.830 sampai 3.870, beserta batas manajemen risiko atau stoploss pada level 3.760.

Menjelang terjadinya akumulasi masif dari investor mancanegara serta rilis rekomendasi dari kedua sekuritas tersebut, Bank Negara Indonesia tercatat sudah menyelesaikan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 pada 7 April 2026 silam.

Jumlah total hak pemegang saham yang disalurkan oleh emiten perbankan BUMN ini menyentuh Rp13,03 triliun atau setara dengan Rp349,41 per lembar saham.

Terkini