Prediksi Harga Emas: Potensi Breakout Baru Menuju US Dolar 5.025

Senin, 11 Mei 2026 | 12:35:27 WIB
Ilustrasi Emas Batangan 1KG (GAMBAR: www-bbc-com)

JAKARTA – Harga emas dunia diperkirakan akan menapaki fase penentuan arah pergerakan pada pekan ini, setelah berhasil bangkit dari zona support yang cukup signifikan.

Dinamika harga saat ini tengah menjadi pusat perhatian para pelaku pasar karena memiliki potensi untuk memicu breakout baru yang akan menentukan tren emas di masa mendatang sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Senior Technical Strategist Forex.com, Michael Boutros, menyebutkan bahwa harga emas sanggup mempertahankan wilayah support krusial walaupun sempat mengalami koreksi yang cukup tajam hingga lebih dari 7,7% dari titik tertingginya.

Menurutnya, harga sempat menyentuh level terendah intraday pada area US$ 4.501 per ons troi sebelum akhirnya melakukan rebound yang kuat.

Kenaikan tersebut bahkan memicu harga merangkak naik lebih dari 5,8% jika dihitung dari titik terendah mingguan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Harga emas berhasil mempertahankan support utama dan kini pasar menunggu breakout dari range perdagangan Mei untuk menentukan arah berikutnya,” tulis Boutros dalam riset terbarunya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara teknis, wilayah support utama terletak pada rentang US$ 4.493–4.540 per ons troi. Area ini dinilai sangat vital lantaran berperan sebagai penyangga tren bullish untuk jangka menengah.

Jika harga tetap mampu bertahan di atas zona tersebut, maka peluang bagi emas untuk kembali menguat masih terbuka lebar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebaliknya, ia menambahkan, apabila harga emas justru menembus dan ditutup di bawah level tersebut, pasar berisiko menghadapi koreksi yang jauh lebih dalam.

Support selanjutnya diproyeksikan berada pada area US$ 4.319 per ons troi, sementara level pembatalan (invalidasi) tren bullish berada di kisaran US$ 4.098–4.112 per ons troi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi atas, Boutros memaparkan bahwa hambatan atau resistance penting berada pada level US$ 4.894 per ons troi.

Keberhasilan melewati angka tersebut dinilai dapat membuka jalan menuju target selanjutnya di level US$ 5.025 per ons troi, sekaligus memperkuat konfirmasi berlanjutnya tren kenaikan emas secara global sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) pekan depan yang berpotensi memengaruhi arah harga emas,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Data-data ekonomi yang dimaksud meliputi inflasi inti atau Core CPI April yang akan dipublikasikan pada 12 Mei, Producer Price Index (PPI) April pada 13 Mei, serta data mengenai penjualan ritel AS pada 14 Mei sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat memicu lonjakan permintaan aset safe haven seperti emas,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini