Simak Rincian Harga BBM Pertamina Mei 2026 di Seluruh Indonesia

Senin, 11 Mei 2026 | 12:35:27 WIB
Ilustrasi Pelayanan BBM di SPBU MIlik Pertamina (FOTO: nusabali.com)

JAKARTA – Nilai keekonomian atau harga asli dari bahan bakar minyak (BBM) kategori nonsubsidi tipe Pertamax dilaporkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual yang berlaku di masyarakat saat ini.

Masyarakat dipersilakan untuk melakukan pengecekan rincian harga BBM yang diimplementasikan di SPBU Pertamina pada periode Mei 2026.

PT Pertamina Patra Niaga mengakui adanya gap harga yang kian menjauh antara harga jual eceran dengan harga asli keekonomian BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Di tengah situasi melemahnya nilai tukar rupiah serta adanya eskalasi ketegangan geopolitik, harga keekonomian Pertamax diproyeksikan mampu melewati angka Rp 17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan bahwa estimasi harga keekonomian tersebut sangat berpotensi terjadi jika merujuk pada pergerakan harga pasar saat ini.

Sebagai gambaran, terdapat selisih yang sangat mencolok apabila membandingkan harga Pertamax dengan varian produk yang berada di atasnya.

"Bisa bahkan bisa lebih (dari Rp 17.000), mengacu harga pasar dan berkaca pada analogi pada saat harga Pertamax Rp 12.300, harga Pertamax Turbo Rp 13.100, nah sekarang harga Turbo Rp 19.900 di Jakarta," kata Roberth sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai beban subsidi untuk produk Pertalite yang saat ini dijual seharga Rp 10.000 per liter meskipun harga aslinya menyentuh Rp 16.088 per liter, Roberth memaparkan bahwa nilai tersebut bersifat sangat dinamis.

Kondisi ini dipengaruhi oleh posisi nilai tukar rupiah yang berada pada level Rp 17.300 per dolar AS serta konjungtur geopolitik global.

"Untuk Pertalite akan mengikuti perkembangan harga ya, karena dengan adanya kondisi geopolitik angka subsidi ini terus bergerak mengikuti iklim geopolitik. Sementara untuk Pertamax sementara ditanggung Pertamina dan diganti oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan," terangnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkait dengan ketahanan harga tersebut, Roberth menekankan bahwa posisi Pertamina sebagai operator yang patuh terhadap regulasi dari pihak pembuat kebijakan.

"Sampai kapan-nya (harga Pertalite dan Pertamax ditahan) adalah saat ini Pertamina sebagai Badan Usaha Pemerintah dan sebagai Operator akan mengikuti dan patuh pada arahan Pemerintah tentunya. Kebijakan tersebut mengikuti arahan Pemerintah ke Pertamina," pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan informasi resmi, PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan pembaruan harga BBM yang mulai diimplementasikan sejak Senin, 4 Mei 2026, di seluruh wilayah Indonesia.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi, terutama solar dan bensin dengan oktan tinggi seperti Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo, sebagai bentuk penyesuaian terhadap harga minyak dunia serta kurs rupiah terhadap dolar AS.

Berikut adalah rincian harga BBM di berbagai wilayah:

Wilayah Jawa, Bali, dan NTB:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 12.300 per liter

Pertamax Turbo: Rp 19.900 per liter

Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter

Dexlite: Rp 26.000 per liter

Pertamina Dex: Rp 27.900 per liter

Wilayah Sumatera (Aceh, Sumut, Jambi, Bengkulu, Sumsel, Babel, Lampung):

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.350 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Pertamina Dex: Rp 28.500 per liter

Wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau:

Pertamax: Rp 12.900 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter

Dexlite: Rp 27.150 per liter

Pertamina Dex: Rp 29.100 per liter

Wilayah FTZ Sabang:

Pertamax: Rp 11.550 per liter

Dexlite: Rp 24.400 per liter

Wilayah FTZ Batam:

Pertamax: Rp 11.750 per liter

Pertamax Turbo: Rp 18.900 per liter

Dexlite: Rp 24.700 per liter

Pertamina Dex: Rp 26.500 per liter

Wilayah NTT:

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.350 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Pertamina Dex: Rp 28.500 per liter

Wilayah Kalimantan (Kalbar, Kalteng, Kaltim):

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.350 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Pertamina Dex: Rp 28.500 per liter

Wilayah Kalimantan (Kalsel, Kaltara):

Pertamax: Rp 12.900 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.750 per liter

Dexlite: Rp 27.150 per liter

Pertamina Dex: Rp 29.100 per liter

Wilayah Sulawesi:

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Pertamax Turbo: Rp 20.350 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Pertamina Dex: Rp 28.500 per liter

Wilayah Maluku dan Maluku Utara:

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Wilayah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya:

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Pertamax Turbo: Rp 28.500 per liter

Wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan:

Pertamax: Rp 12.600 per liter

Dexlite: Rp 26.600 per liter

Terkini