IHSG Menguat Tipis 0,18 Persen Sepekan di Tengah Tekanan Geopolitik

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:53:03 WIB
Ilustrasi Ketegangan Geopolitik Global (GAMBAR: iff-uo.org)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan tanda-tanda kebangkitan selama masa perdagangan satu pekan terakhir atau pada rentang 4-8 Mei 2026, setelah sebelumnya sempat bergerak tidak menentu akibat tekanan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Meskipun IHSG tetap berada dalam bayang-bayang volatilitas, para investor asing terpantau mulai masuk kembali ke pasar modal dengan membukukan aksi beli bersih atau net foreign buy dalam jumlah yang sangat besar.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dalam sepekan ini mencatatkan kenaikan sebesar 0,18 persen dan berakhir di posisi 6.969,396 pada sesi penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026).

Angka tersebut mengalami peningkatan jika dikomparasikan dengan penutupan pekan lalu yang masih bertengger di level 6.956,804.

Walaupun secara akumulasi mingguan mampu mencatatkan penguatan, dinamika pergerakan indeks di akhir pekan sebenarnya masih berada dalam tekanan.

Pada saat penutupan bursa hari Jumat kemarin, IHSG justru mengalami pelemahan sebesar 2,86 persen ke posisi 6.969,396.

Namun, di balik koreksi indeks tersebut, investor asing justru melakukan aksi borong saham-saham dalam negeri dan mencetak net buy senilai Rp 11,42 triliun.

“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen dan ditutup pada level 6.969,396 dari 6.956,804 pada pekan lalu. Adapun investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 11,42 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, apabila ditinjau secara kumulatif terhitung sejak awal tahun, investor asing masih tercatat melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell dengan nilai total Rp 37,61 triliun di pasar saham tanah air. Di tengah situasi tersebut, aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia justru memperlihatkan lonjakan yang cukup berarti.

Hal ini dapat dilihat dari naiknya volume, nilai, serta frekuensi transaksi harian sepanjang pekan perdagangan. Rata-rata volume transaksi harian di BEI melonjak 23,57 persen menjadi 45,86 miliar saham, dari posisi 37,11 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meroket 26,14 persen menjadi Rp 23,06 triliun, dibandingkan dengan angka Rp 18,27 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian di bursa saham juga mengalami kenaikan sebesar 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,34 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia turut terkerek naik sebesar 0,19 persen menjadi Rp 12.406 triliun dari posisi Rp 12.382 triliun pada pekan sebelumnya.

Terkini