Prediksi Pergerakan IHSG Senin 11 Mei 2026 dan Rekomendasi Saham

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:50:22 WIB
Ilustrasi IHSG terproyeksikan akan rebound senin besok (GAMBAR: idxchannel.com)

JAKARTA – Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat masih cukup terbatas di sepanjang masa perdagangan pekan ini.

Meskipun sempat mengalami tekanan yang cukup besar pada penutupan pekan, IHSG tetap mampu membukukan kenaikan tipis dalam basis mingguan.

Pada sesi perdagangan hari Jumat (8/5/2026), IHSG tercatat melemah sebanyak 204,92 poin atau sebesar 2,86% ke level 6.969,4 di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun, jika dihitung secara akumulatif dalam satu pekan, IHSG tetap mencetak pertumbuhan tipis mencapai 0,18% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ekky Topan selaku Investment Analyst Infovesta Utama berpendapat bahwa laju IHSG selama satu pekan kemarin didorong oleh membaiknya ekspektasi atas sentimen global.

Kondisi ini salah satunya dipicu oleh adanya harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta melandainya harga minyak dunia.

Menurut pandangannya, arah harga minyak serta sentimen geopolitik masih menjadi instrumen utama yang memengaruhi dinamika pasar keuangan baik global maupun di dalam negeri pada saat ini.

“Meskipun demikian, penguatan IHSG belum sepenuhnya solid karena investor masih cenderung wait and see terhadap kejelasan perkembangan global,” ujarnya, Jumat (8/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa transaksi IHSG di sepanjang minggu ini masih dibayang-bayangi oleh aksi jual dari para pemodal.

Ia menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi dinamika IHSG. Pertama, data makroekonomi domestik memperlihatkan adanya perbaikan, namun merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih menjadi beban bagi pasar.

Kedua, konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung karena belum adanya titik temu dalam negosiasi AS-Iran turut memicu kekhawatiran investor akan potensi krisis energi dunia.

Selain itu, pelaku pasar memantau rencana pemerintah terkait kenaikan royalti mineral dan batu bara (minerba) untuk mendongkrak pendapatan negara.

“Yang terbaru, adanya rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalti minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujarnya, Jumat sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk sesi perdagangan awal pekan depan, Ekky memprediksi IHSG masih berisiko bergerak fluktuatif dengan potensi koreksi yang terbatas. Ia menilai bahwa area support kuat IHSG berada pada kisaran 6.900–7.000.

Selama belum ada kepastian baru mengenai sentimen global, IHSG diprediksi akan bergerak secara konsolidatif dalam rentang saat ini.

Ekky memproyeksikan laju IHSG pada Senin (11/5/2026) akan berada di rentang 6.950–7.200 dengan kecenderungan para pelaku pasar yang masih mengambil posisi wait and see.

Meninjau dari sisi sektoral, Ekky melihat bidang perbankan mulai memperlihatkan pemulihan harga setelah sebelumnya sempat terkoreksi cukup tajam. Selain itu, sektor telekomunikasi juga mulai menunjukkan tren penguatan.

Ia menimpali bahwa saham-saham perusahaan yang terafiliasi dengan grup Prajogo Pangestu juga menarik untuk dipantau karena mulai bergerak kembali mengikuti arah sentimen pasar.

“Namun, strategi tetap perlu selektif dan lebih cocok untuk trading jangka pendek selama arah IHSG masih konsolidatif,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang mencatatkan penguatan terbatas pada sesi perdagangan Senin besok dengan level support di 6.946 dan resistance pada 7.049.

“Diperkirakan ada technical rebound setelah terjadi tekanan pada hari Jumat ini,” ungkapnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Beberapa saham yang disarankan untuk diperhatikan oleh para pelaku pasar antara lain MAPA dengan target harga Rp 695–Rp 725 per saham, AADI pada kisaran Rp 10.225–Rp 10.825 per saham, serta BULL dengan target Rp 520–Rp 555 per saham.

Terkini