LTLS Bagikan Dividen Rp 45,40 Miliar, Setara 30,37 Persen Laba Bersih

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:25:50 WIB
Ilustrasi PT Lautan Luas Tbk (LTLS) (FOTO: investor.id)

JAKARTA – PT Lautan Luas Tbk (LTLS) berencana membagikan dividen dengan nilai total mencapai Rp 45,40 miliar yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025.

Berdasarkan jumlah tersebut, para pemegang saham LTLS akan memperoleh dividen tunai senilai Rp 31 per saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, jumlah saham LTLS yang beredar tercatat sebanyak 1.464.688.800 saham (usai dikurangi saham treasuri).

Keputusan pembagian dividen ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (7/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berikut adalah rincian jadwal pembagian dividen LTLS:

  • Cum dividen (Pasar Reguler dan Negosiasi): 19 Mei 2026
  • Ex dividen (Pasar Reguler dan Negosiasi): 20 Mei 2026
  • Cum dividen (Pasar Tunai): 21 Mei 2026
  • Recording date: 21 Mei 2026
  • Ex dividen (Pasar Tunai): 22 Mei 2026
  • Pembayaran dividen: 29 Mei 2026.

Eurike Hadijaya selaku Head of Investor Relations, Corporate Communications, Environmental, Social & Governance (ESG) Lautan Luas menyampaikan bahwa LTLS tetap mampu menjaga kinerja yang solid meski di tengah ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik, fragmentasi perdagangan, hingga volatilitas harga komoditas sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang tahun 2025, LTLS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 8,8 triliun dengan perolehan laba bersih senilai Rp 149,45 miliar. Dengan capaian tersebut, total nilai dividen LTLS setara dengan 30,37% dari total laba bersih tahun 2025.

Selain dialokasikan untuk dividen tunai Rp 45,40 miliar, sebesar Rp 200 juta dari laba bersih ditetapkan sebagai dana cadangan, sementara sisanya masuk sebagai laba ditahan untuk pengembangan usaha sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Eurike menambahkan, LTLS mencatatkan EBITDA sebesar Rp 573 miliar pada tahun 2025. Dari kacamata fundamental keuangan, LTLS memiliki current ratio sebesar 1,18x, net gearing 0,32x, serta net debt to EBITDA di level 1,87x sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Eurike, hasil kinerja tahun lalu menjadi cermin pengelolaan keuangan yang prudent dan disiplin. Kinerja LTLS tetap terjaga melalui penguatan fundamental bisnis, optimalisasi portofolio, serta efisiensi operasional sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Perseroan terus menjalankan strategi yang adaptif dan terukur di tengah dinamika pasar global. Fokus pada efisiensi, disiplin operasional, serta optimalisasi portofolio produk dan layanan menjadi kunci Perseroan dalam menjaga kinerja," kata Eurike melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Jumat (8/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Memasuki tahun 2026, Eurike menjelaskan bahwa LTLS akan terus menitikberatkan pada pengembangan produk bernilai tambah, peningkatan efisiensi, serta penguatan daya saing bisnis.

Manajemen akan tetap waspada terhadap dinamika pasar serta kondisi ekonomi makro yang dapat memengaruhi kinerja sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Dengan fundamental bisnis yang tetap terjaga, Perseroan optimistis dapat mempertahankan kinerja positif yang berkelanjutan," tandas Eurike sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, LTLS menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran 8%–10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari sisi profitabilitas, emiten manufaktur dan distribusi bahan kimia ini membidik margin laba bersih pada level 2,3%–2,5% dari total pendapatan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk meraih target tersebut, ekspansi LTLS mencakup segmen pengolahan air dan bahan makanan (food ingredients).

LTLS berencana meluncurkan produk baru untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (horeca). Di sisi lain, melalui anak usahanya, LTLS berkomitmen untuk memperkuat layanan di bidang EPC serta O&M untuk pengolahan air sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada segmen bahan kimia, pengembangan difokuskan pada produk specialty chemicals yang memiliki nilai tambah tinggi guna memperkuat posisi pasar.

Untuk mendukung rencana ini, LTLS mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp 500 miliar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dana capex tahun ini akan digunakan untuk pembangunan gedung baru bisnis water treatment, penambahan kendaraan logistik, peremajaan gudang dan mesin, serta pengembangan manufaktur food ingredients.

Realisasi capex diprediksi akan dipacu pada semester kedua 2026, mengingat pada kuartal I-2026 penyerapannya baru sekitar 10% sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Alokasinya sebagian besar digunakan untuk pengembangan bisnis di industri food ingredients dan logistik, termasuk rejuvenation beberapa production facility," tandas Eurike sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini