IHSG Sepekan Naik 0,19 Persen dan Transaksi Harian Rp23,06 Triliun

Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:21:40 WIB
Ilustrasi IHSG Sepekan Naik 0,19 Persen (FOTO: infobanknews.com)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyelesaikan perdagangan pekan ini, periode 4 sampai 8 Mei 2026, dengan berada di zona hijau melalui kenaikan sebesar 0,18% menuju level 6.969,39. Peningkatan juga terlihat pada rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa Efek Indonesia yang menyentuh angka Rp23,06 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menerangkan bahwa selama satu minggu IHSG ditutup menguat 0,18 persen ke posisi 6.969,39 jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berada pada 6.956,80.

Di samping itu, nilai kapitalisasi pasar Bursa mengalami pertumbuhan sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari posisi Rp12.382 triliun pada minggu lalu.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian Bursa mencatatkan lonjakan hingga 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham dari angka 37,11 miliar lembar pada akhir pekan sebelumnya. Tren penguatan juga ditunjukkan oleh rata-rata nilai transaksi harian Bursa.

"Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar dikutip Sabtu (9/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rata-rata frekuensi transaksi harian selama satu pekan ini tercatat pula naik 9 persen menjadi 2,55 juta kali transaksi dari posisi sebelumnya yaitu 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Menutup akhir pekan ini, tepatnya pada Jumat (8/5/2026), investor asing membukukan nilai beli bersih sejumlah Rp11,42 triliun, sementara sepanjang tahun 2025 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp37,61 triliun.

Sebelumnya, IHSG sempat ditutup jatuh pada perdagangan Jumat (8/5/2026) sejalan dengan meningkatnya risiko geopolitik dunia serta tekanan pada nilai tukar rupiah.

Data BEI memperlihatkan indeks komposit melemah signifikan sebesar 2,86 persen atau 204,92 poin menuju level 6.969,39. Pada hari tersebut, indeks bergerak pada rentang 6.969 hingga 7.186, dengan total 575 saham terkoreksi, 133 saham menguat, dan 108 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat pada angka Rp12.431 triliun.

Koreksi tajam saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama penurunan indeks pada hari Jumat.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) memimpin pelemahan sebanyak 14,94 persen ke level Rp1.310.

Penurunan ini diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang merosot 11,83 persen ke Rp4.100, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang jatuh 9,27 persen menjadi Rp4.210 per saham.

Sebaliknya, posisi top gainers ditempati oleh PT Megapower Makmur Tbk. (MPOW) yang melesat 34,55 persen dan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk. (MEDS) yang naik 34,18%.

Riset dari Pilarmas Investindo Sekuritas menjabarkan bahwa melemahnya IHSG searah dengan bursa regional Asia yang memerah. Faktor pemicu utamanya adalah perselisihan yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Selat Hormuz.

“Konflik di jalur strategis tersebut memicu kekhawatiran terhadap risiko geopolitik. Tiga kapal perusak Angkatan Laut AS dilaporkan mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan,” tulis riset tersebut, Jumat (8/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain persoalan di Timur Tengah, para investor juga memperhatikan ketidakpastian hubungan antara AS dan China.

Kendati Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Xi Jinping pada minggu depan, pihak China dikabarkan merasa ragu untuk mengawali pembicaraan sebelum perselisihan AS-Iran mereda.

Dari faktor internal, sentimen pasar kian diperburuk oleh data cadangan devisa bulan April yang menyusut di tengah berlanjutnya tekanan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Terkini