Mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina Tinjau Langsung Operasional TBBM Pertamina Plumpang

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:57:17 WIB
Mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina Tinjau Langsung Operasional TBBM Pertamina Plumpang

JAKARTA - Dunia perkuliahan tidak hanya sebatas teori di dalam kelas, namun juga memerlukan pemahaman praktis atas sistem yang kompleks di lapangan. 

Menyadari hal tersebut, para mahasiswa program studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER) melakukan kunjungan industri strategis ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. 

Kunjungan ini bertujuan untuk membedah secara langsung bagaimana rantai pasok energi dikelola di salah satu terminal BBM paling vital dan tersibuk di Asia Tenggara.

Pengalaman lapangan ini memberikan perspektif baru bagi para mahasiswa mengenai skala operasional yang masif dalam mendistribusikan energi ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

Melalui tinjauan ini, mahasiswa dapat melihat sinkronisasi antara teori manajemen logistik yang mereka pelajari di kampus dengan realitas infrastruktur energi nasional yang menuntut ketepatan, keamanan, dan efisiensi tinggi.

Memahami Rantai Pasok Energi di Fasilitas Vital Pertamina Patra Niaga

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak untuk menelusuri alur logistik mulai dari penerimaan produk, penyimpanan di tangki-tangki raksasa, hingga proses distribusi melalui mobil tangki. 

TBBM Plumpang merupakan jantung distribusi energi yang melayani ribuan SPBU setiap harinya. Mahasiswa Teknik Logistik UPER mendapatkan kesempatan langka untuk melihat bagaimana sistem Integrated Terminal bekerja dalam mengelola arus barang (BBM) yang sangat fluktuatif namun harus tetap terjaga ketersediaannya.

Pihak Pertamina Patra Niaga menyambut baik kehadiran para mahasiswa ini sebagai bagian dari upaya literasi energi bagi generasi muda. Penjelasan mendalam mengenai manajemen stok dan pemanfaatan teknologi digital dalam memantau pergerakan truk tangki menjadi poin penting yang diserap oleh para peserta kunjungan. 

Hal ini memberikan gambaran nyata bahwa logistik energi bukan sekadar memindahkan barang, melainkan mengelola risiko dan memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga tanpa interupsi.

Penerapan Teknologi Digital dan Standar Keamanan Tinggi di Sektor Logistik

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian para mahasiswa adalah penggunaan teknologi otomatisasi dalam operasional harian. Di TBBM Plumpang, sistem pengisian bahan bakar ke mobil tangki sudah menggunakan teknologi New Gantry System yang mempercepat proses pengisian dan meminimalisir kesalahan manusia (human error). 

Mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina dapat melihat bagaimana data digital diintegrasikan untuk memantau volume minyak secara real-time, sebuah implementasi dari industri 4.0 di sektor migas.

Selain teknologi, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) atau keselamatan kerja menjadi kurikulum lapangan yang sangat ditekankan. Mahasiswa diberikan pemahaman bahwa dalam logistik bahan berbahaya dan beracun (B3), standar keamanan adalah harga mati. 

Penggunaan alat pelindung diri (APD) yang ketat serta protokol penanganan keadaan darurat di terminal ini memberikan pelajaran berharga bahwa efisiensi logistik tidak boleh mengesampingkan faktor keselamatan manusia dan lingkungan sekitar.

Sinkronisasi Kurikulum Akademis dengan Kebutuhan Riil Industri Logistik Nasional

Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari kurikulum berbasis industri yang diusung oleh Universitas Pertamina. Dengan melihat langsung operasional di Plumpang, mahasiswa dapat memvalidasi materi kuliah seperti Manajemen Transportasi, Pergudangan, dan Optimasi Rantai Pasok. 

Interaksi langsung dengan praktisi di lapangan memungkinkan mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan kritis mengenai tantangan distribusi di kota besar seperti Jakarta, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga pengaturan jadwal pengiriman yang ketat.

Dosen pendamping dalam kegiatan ini menyatakan bahwa pengalaman sensorik—melihat, mendengar, dan merasakan atmosfer kerja—akan lebih membekas dibandingkan hanya membaca jurnal. "Kami ingin mahasiswa memiliki kesiapan mental dan wawasan yang luas sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional. 

TBBM Plumpang adalah laboratorium logistik terbaik untuk mempelajari sistem distribusi energi yang kompleks," ujarnya. Dengan pemahaman ini, lulusan Teknik Logistik UPER diharapkan memiliki keunggulan kompetitif di pasar kerja kelak.

Menyiapkan Generasi Unggul Untuk Mengelola Infrastruktur Logistik Masa Depan Indonesia

Melalui kunjungan ini, Universitas Pertamina terus memperkuat komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di sektor energi dan logistik. Mahasiswa tidak hanya pulang membawa data, tetapi juga inspirasi untuk melakukan inovasi di masa depan. 

Tantangan logistik global yang semakin dinamis memerlukan pemikiran segar dari para akademisi muda untuk menciptakan sistem distribusi yang lebih hijau, murah, dan cepat.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, para mahasiswa mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kompleksitas operasional di TBBM Plumpang. Pengetahuan tentang bagaimana Pertamina menjaga detak jantung ekonomi Jabodetabek melalui distribusi BBM yang tak pernah berhenti menjadi catatan penting bagi tugas akhir dan riset mereka nantinya. 

Sinergi antara dunia pendidikan dan industri seperti ini diharapkan terus berlanjut guna menciptakan ekosistem inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan energi yang mandiri dan berkelanjutan.

Terkini