Strategi Komprehensif Pertamina Hulu Energi Memperkuat Ketahanan Energi Nasional Secara Mandiri

Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30:55 WIB
Strategi Komprehensif Pertamina Hulu Energi Memperkuat Ketahanan Energi Nasional Secara Mandiri

JAKARTA - Ambisi Indonesia untuk mencapai swasembada energi bukan sekadar wacana di atas kertas. Di tengah dinamika pasar global yang kian fluktuatif, kemandirian energi menjadi harga mati bagi kedaulatan sebuah bangsa. 

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai ujung tombak Subholding Upstream Pertamina, kini berada di baris terdepan dalam menerjemahkan visi besar tersebut. 

Melalui pendekatan yang sistematis dan terukur, PHE tengah menyiapkan langkah-langkah strategis yang dirancang untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri sekaligus menjawab tantangan transisi energi di masa depan.

Upaya ini merupakan respons langsung terhadap Program Asta Cita yang dicanangkan pemerintah, di mana ketahanan energi menjadi salah satu pilar utama pembangunan nasional. PHE menyadari bahwa peran sektor hulu migas sangat krusial, bukan hanya sebagai penyumbang pendapatan negara, tetapi sebagai fondasi utama dalam menjaga denyut nadi ekonomi masyarakat dari perkotaan hingga pelosok negeri.

Pilar Keamanan dan Keterjangkauan Energi Nasional

Dalam menghadapi tantangan kedaulatan energi, PHE mengedepankan tiga pilar utama yang menjadi landasan operasional mereka. Direktur Utama PHE, Whisnu Bahriansyah, menjelaskan bahwa langkah pertama yang diambil perusahaan adalah memperkuat aspek keamanan energi (energy security).

Hal ini melibatkan upaya intensif untuk memastikan ketersediaan (availability) dan aksesibilitas (accessibility) energi di seluruh penjuru Indonesia.

"Bagaimana kami di Pertamina menerjemahkan asta cita ketahanan energi ini adalah kami akan berupaya untuk mempertahankan atau meningkatkan ketahanan energi itu dari tiga sisi," kata Whisnu dalam acara Energy Corner, Kamis. Ia menekankan bahwa energi harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Halaman :

Terkini