Lahan Bekas Tambang Kelubir Disulap Menjadi Pusat Ekonomi Baru Minyak Kayu Putih

Rabu, 18 Februari 2026 | 09:50:37 WIB
Lahan Bekas Tambang Kelubir Disulap Menjadi Pusat Ekonomi Baru Minyak Kayu Putih

JAKARTA - Sebuah transformasi besar tengah berlangsung di Desa Kelubir, Kabupaten Bulungan. Kawasan yang dulunya merupakan lahan bekas aktivitas pertambangan yang gersang, kini mulai menanggalkan citra lamanya. 

Pemerintah Kabupaten Bulungan di bawah kepemimpinan Bupati Syarwani, sedang memacu proyek percontohan yang mengubah area "luka bumi" tersebut menjadi pusat produksi minyak kayu putih yang menjanjikan secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan.

Upaya ini bukan sekadar penghijauan biasa, melainkan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan mengoptimalkan lahan yang sebelumnya dianggap tidak produktif, pemerintah daerah berupaya membuktikan bahwa sisa eksploitasi alam masih bisa memberikan nilai tambah jika dikelola dengan inovasi dan komitmen yang kuat. 

Kehadiran pabrik pengolahan minyak kayu putih di lokasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa hilirisasi industri bisa dimulai dari tingkat desa.

Visi Bupati Syarwani Dalam Mengoptimalkan Lahan Tidak Produktif Di Bulungan

Bupati Bulungan, Syarwani, memiliki pandangan jauh ke depan mengenai pemanfaatan lahan bekas tambang. Baginya, lahan tersebut tidak boleh dibiarkan terbengkalai begitu saja. Melalui program rehabilitasi yang terintegrasi dengan sektor industri, ia berharap Kelubir bisa menjadi model bagi daerah lain dalam menangani pasca-tambang.

“Kita ingin memastikan bahwa lahan bekas tambang di Kelubir ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran pabrik minyak kayu putih ini adalah bagian dari ikhtiar kita untuk membangun sentra ekonomi baru di desa,” ujar Bupati Syarwani saat meninjau langsung kesiapan fasilitas pengolahan di lokasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan lahan ini merupakan sinkronisasi antara perbaikan ekosistem dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Pengembangan tanaman kayu putih dipilih karena karakteristik pohonnya yang relatif tangguh dan mampu tumbuh di lahan dengan kualitas tanah yang rendah. Hal ini menjadikannya tanaman ideal untuk mereklamasi lahan tambang sekaligus menghasilkan komoditas yang memiliki permintaan pasar tinggi di Indonesia.

Fasilitas Pabrik Minyak Kayu Putih Sebagai Lokomotif Industri Desa

Pusat ekonomi baru ini didukung penuh oleh keberadaan pabrik pengolahan yang telah berdiri di Desa Kelubir. Pabrik ini berfungsi untuk mengekstraksi daun kayu putih yang dipanen dari lahan rehabilitasi tersebut menjadi minyak atsiri berkualitas. 

Dengan adanya pabrik di dekat lokasi tanam, biaya logistik dapat ditekan dan kesegaran bahan baku tetap terjaga, sehingga kualitas minyak yang dihasilkan tetap optimal.

Pemerintah daerah berharap pabrik ini tidak hanya menjadi tempat pengolahan, tetapi juga pusat pembelajaran bagi warga. Bupati Syarwani menegaskan bahwa teknologi yang digunakan dalam pabrik ini dirancang agar dapat dioperasikan secara efektif oleh tenaga kerja lokal.

“Ada pabrik minyak kayu putih di sini yang nantinya akan mengolah hasil panen dari lahan yang sudah kita tanami. Ini adalah rantai produksi yang utuh, dari hulu hingga ke hilir,”.

Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor pendukung lainnya di sekitar Desa Kelubir, seperti sektor logistik, pengemasan, hingga pemasaran produk UMKM lokal yang berbasis minyak atsiri.

Dampak Positif Bagi Penyerapan Tenaga Kerja Dan Kesejahteraan Masyarakat

Salah satu tujuan utama dari proyek sentra ekonomi di lahan bekas tambang ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Selama ini, banyak masyarakat desa yang bergantung pada sektor ekstraktif. Dengan adanya transisi menuju industri minyak kayu putih, tersedia lapangan pekerjaan baru yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi generasi muda di Bulungan.

Partisipasi masyarakat dalam proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan daun kayu putih menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah daerah terus memberikan pendampingan agar standar budidaya yang dilakukan memenuhi kualifikasi industri. Syarwani meyakini bahwa jika ekonomi desa bergerak, maka ketahanan ekonomi kabupaten secara keseluruhan akan semakin kokoh.

Bupati juga menekankan pentingnya kepemilikan rasa oleh masyarakat terhadap proyek ini. Lahan bekas tambang yang kini menghijau diharapkan dapat dijaga bersama, mengingat manfaat ekonominya akan kembali lagi kepada warga Kelubir dalam bentuk pendapatan tambahan dan pengembangan infrastruktur desa yang lebih baik.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Komoditas Dan Kelestarian Lingkungan Hidup

Proyek di Kelubir ini merupakan bagian dari peta jalan besar Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan di masa depan. Diversifikasi ekonomi melalui pemanfaatan lahan rehabilitasi menunjukkan komitmen kuat terhadap kelestarian lingkungan. 

Tanaman kayu putih yang ditanam secara masif tidak hanya menghasilkan uang, tetapi juga berfungsi sebagai paru-paru hijau yang memperbaiki kualitas udara dan air di kawasan bekas tambang.

Kemandirian komoditas menjadi target jangka panjang. Dengan produksi minyak kayu putih sendiri, Bulungan berpotensi memenuhi kebutuhan pasar lokal Kalimantan Utara bahkan merambah pasar nasional. 

Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada barang impor di sektor kesehatan dan farmasi.

Bupati Syarwani optimis bahwa keberhasilan di Kelubir akan menjadi legacy penting bagi pembangunan berkelanjutan di Bulungan. Transformasi dari lahan tambang yang gersang menjadi hutan produksi yang asri adalah simbol harapan baru bagi masa depan ekonomi hijau di wilayah tersebut.

Terkini